MALANGTIMES - Apatte Aristo 62, mobil hemat energi karya mahasiswa Teknik Mesin Universitas Brawijaya (UB) menjadi duta Indonesia yang akan berlaga di ajang Shell Eco Marathon Asia 2017 di Singapura, pada 16-19 Maret 2017.
Shell Eco-Marathon Asia adalah acara internasional tahunan yang diadakan oleh perusahaan Shell.
Baca Juga : Mahasiswa Malang Buat Alat Deteksi Gempa Lebih Canggih dari Seismograf
Kompetisi ini semacam lomba irit-iritan kendaraan. Dari dua kategori lomba yakni urban dan prototype, Apatte-62 mengikuti kategori prototype listrik.
Sementara itu, tim Apatte-62 terdiri dari tujuh mahasiswa cemerlang yaitu Naufal Dary Yulian, Saifullah, Oktavianus, Rafdhika Rachmadani, Haryo Ridhonoto Muktiaji, Sa'roni, Muhammad Aditya Naufal Fahmi.
Tahun lalu tim kebanggaan Indonesia ini berhasil meraih peringkat 5 dari 26 peserta pada kompetisi Shell Eco-Marathon (SEM) Asia yang digelar di Filipina, pada 3-6 Maret 2016.
Media online MALANGTIMES pun telah menuliskan perjuangan mereka kala itu (Baca: Mobil Irit UB Puncaki Shell Eco Marathon Asia).
Kala itu, Apatte-62 menempati urutan kelima dari 26 peserta, berada dibawah NSTRU Eco Racing (Thailand), BIT Econopower (China), Eco Traveller (Singapura), dan Nanyang Venture (Singapura).
Baca Juga : Mahasiswa UB Temukan Alternatif Vanila dari Limbah Pertanian
Kini, Apatte-62 siap berlaga di Singapura. Mereka siap bersaing dengan negara-negara lain untuk jadi yang terbaik. Ketua Jurusan Teknik Mesin UB Nurkolis Hamidi optimis Apatte-62 mampu meraih juara.
"Sekarang sudah persiapan mobil listrik yang akan dilombakan serta latihannya. Meski agak berat untuk di kelas urban listrik tapi kami berharap bisa masuk 3 besar," jelasnya Nurkolis saat dihubungi MALANGTIMES, pada Senin (13/2/2017). (*)
