Kasus Wisatawan Tenggelam di Pantai Sendiki, Perhutani Sudah Larang Berenang

Dec 13, 2016 12:26
Gatot Wardoyo, humas Perhutani (ist)
Gatot Wardoyo, humas Perhutani (ist)

MALANGTIMES - Korban tenggelam di Pantai Sendiki atas nama Bayu Kristanto (26) asal Sidotopo Wetan, Kenjeran, Surabaya, yang sebelumnya hilang  ditemukan meninggal. Bayu telah disemayamkan di kamar mayat RSSA Kota Malang.

Baca Juga : 10 Daerah Resmi Dapat Persetujuan Terapkan PSBB

Pengelola lokasi wisata Pantai Sendiki, Perhutani, sebenarnya sudah memberikan tanda larangan agar para pengujung tidak melakukan aktivitas mandi dan berenang di lokasi tersebut karena ombak besar. "Kami juga mengimbau kepada para pengunjung, jika memang tidak memiliki pengalaman atau kemampuan di laut, sebaiknya jangan nekat berenang. Apalagi ombaknya besar," ujar Gatot Wardoyo, humas Perhutani.

Terkait asuransi jiwa korban yang merupakan pengunjung wisata milik Perhutani itu, Gatot menjelaskan pihaknya akan melakukan pengurusan. Namun prosesnya memerlukan beberapa tahapan. Pengurusan harus menyertakan data identitas korban maupun data proses otopsi rumah sakit terhadap jenazah korban.

Terkait penemuan korban Bayu, petugas gabungan dari  tim search and rescue (SAR) gabungan dari Perhutani, Dinas Sosial, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Kabupaten Malang menemukan korban dalam kondisi meninggal sekitar pukul 01.30 WIB Selasa dini hari tadi. Jasad Bayu ditemukan kurang lebih 200 meter dari daratan.

Baca Juga : Viral! Mobil Jenazah Terjebak Lumpur Usai Pemakaman Pasien Covid-19

Korban diketahui sudah tidak memiliki orang tua, namun masih punya kakak yang sudah bisa dihubungi. Kakak korban sudah menuju lokasi. (*)

Topik
RSAA kota malangPantai SendikiPerhutaniSARBPBD

Berita Lainnya

Berita

Terbaru