MALANGTIMES - Kebesaran Kerajaan Singhasari sudah tidak terbantahkan. Banyak peninggalan sejarah yang telah mengungkap fakta betapa agungnya kerajaan yang berpusat di Kabupaten Malang tersebut. Namun, hingga saat ini, masih banyak fakta sejarah yang belum terungkap. Untuk mengungkap tabir sejarah Singhasari itulah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang akan menggelar Festival Literasi Singhasari.
Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?
Festival yang akan digelar pada 29 September hingga 1 Oktober ini akan mencari jejak dan fakta sejarah dari semua sisi. Termasuk, fakta-fakta sejarah yang selama ini belum disentuh dalam buku dan penelitian.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara mengatakan, hingga saat ini masih banyak fakta sejarah Singhasari yang belum terungkap ke permukaaan. Untuk mengungkap fakta yang masih menjadi misteri tersebut, semua literatur sejarah yang selama ini tercecer akan dibahas satu per satu.
Banyak pihak yang akan diundang dalam Festival Literasi Singhasari. Mulai dari pakar arkeologi, budayawan, media massa, pemerintah, pakar pendidikan, dan berbagai pihak yang berkaitan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang Djayusman mengatakan, sejarah Singhasari sebenarnya tercatat di Candi Jago, Tumpang. Di candi tersebut banyak terdapat cerita pada era Singhasari. Termasuk juga mengenai adanya alat musik bernama dawai.
Djayusman juga menambahkan, ada beberapa fakta sejarah yang juga harus ditemukan mengenai pengarih kerajaan yang menyeberang ke negara lain, bahkan ke benua lain. "Kami mempunyai beberapa rujukan mengenai keterkaitan antara sejarah Singhasari dengan Singaraja. Karenanya, banyak terdapat kesamaan antara dua daerah tersebut," kata Djayusman.

Dia melanjutkan, karena banyaknya kesamaan antara Singhasari dengan Singaraja, maka Pemkab Malang dan Pemkab Buleleng akan merajut mitrea budaya. Dalam bahasa Inggris, biasanya disebut sebagai sister city.
Tak hanya sampai berhenti di Singaraja, pengaruh Kerajaan Singhasari sampai ke Vietnam dan Thailand. Itu bisa dilihat dari budaya panji atau topeng yang juga berkembang di dua negara sahabat tersebut.
Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April
"Kami juga sudah mempunyai beberapa fakta sejarah mengenai adanya keterkaitan antara Singhasari dengan Peru. Juga ada beberapa fakta mengenai kesamaan budaya antara Singhasari dengan Peru. Keterkaitan antara Singhasari dengan Peru ini juga yang akan dibahas dalam literasi," terang Djayusman.
