Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Wisata Catatan Perjalanan Indonesia – Rusia

Melihat dari Dekat Megahnya Masjid Soekarno di Rusia

Penulis : - Editor : Redaksi

12 - Sep - 2016, 16:53

Placeholder
Megahnya Masjid Soekarno di Rusia (Foto : Istimewa)

Masjid Saint Petersburg terletak di pusat kota, tepatnya di Kronverkskiy Prospekt No. 7, tak jauh dari Sungai Neva dan Benteng Peter & Paul yang ikonik di Rusia.

 

Oleh:
Mushadi Iksan M,Ed *)

Masjid Saint Petersburg terletak di pusat kota, tepatnya di Kronverkskiy Prospekt No. 7, tak jauh dari Sungai Neva dan Benteng Peter & Paul yang ikonik di Rusia.

Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?

Masjid Saint Petersburg terletak di pusat kota, tepatnya di Kronverkskiy Prospekt No. 7, tak jauh dari Sungai Neva dan Benteng Peter & Paul yang ikonik di Rusia.

Masjid Saint Petersburg terletak di pusat kota, tepatnya di Kronverkskiy Prospekt No. 7, tak jauh dari Sungai Neva dan Benteng Peter & Paul yang ikonik di Rusia.

Masjid yang didominasi warna biru ini bernama asli Jamul Muslimin, tetapi lebih sering dijuluki sebagai Blue Mosque atau Masjid Biru.

Masjid ini sebenarnya mulai dibangun pada tahun 1910 dan mulai dibuka untuk umum pada tahun 1913. Sejarah berdirinya masjid dapat dilihat di https://en.wikipedia.org/wiki/Saint_Petersburg_Mosque

Pada tahun 1950-an masjid ini dijadikan gudang oleh pemerintah Rusia yang kala itu masih berada di era kepemimpinan komunis. Semua tempat ibadah baik gereja maupun masjid tak boleh digunakan untuk beribadah.

Lalu kenapa sampai ada istilah masjid “Soekarno”?

Kisahnya berawal pada tahun 1956, Soekarno yang waktu itu ditemani putrinya, Megawati melakukan kunjungan kenegaraan ke Moskow, Rusia.

Di tengah lawatan itu, Soekarno ingin singgah ke Kota St. Petersburg yang kala itu masih bernama Leningrad.

Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April

Dalam perjalanannya menuju kota itu, Soekarno melihat sebuah bangunan berkubah biru. Gedung itu memiliki menara yang tinggi. Ia menduga, bangunan tersebut adalah masjid.

Ia pun meminta kepada tentara Rusia yang mengawalnya untuk bisa mampir ke gedung itu. Namun mereka tak mengizinkannya.

Sesampainya di hotel, Soekarno masih penasaran hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengunjungi gedung berkubah biru itu secara diam-diam.

Sesampainya di sana, ia mendapati bangunan itu tak dirawat secara layak. Masjid itu malah difungsikan sebagai sebuah gudang. Melihat kondisi itu, Soekarno prihatin dan meminta jadwal kunjungan lainnya di Leningrad dibatalkan.

Tak lama, Soekarno langsung menemui pemimpin Rusia untuk meminta difungsikannya kembali Masjid St. Petersburg sebagai tempat ibadah. Upaya tersebut rupanya berbuah manis.

Beberapa hari setelah Soekarno kembali ke Indonesia, utusan dari Moskow datang ke Leningrad untuk meminta Walikota membuka kembali Masjid St. Petersburg sebagai tempat ibadah.

Sejak saat itu, Masjid Soekarno terus berdiri kokoh dan berfungsi maksimal di bawah pengelolaan komunitas muslim di St. Petersburg.

Tahun 1980 masjid ini sempat direnovasi secara besar-besaran hingga bentuknya menjadi seperti sekarang.

Beberapa Presiden Indonesia di era reformasi juga pernah mengunjungi masjid ini, antara lain Megawati pada tahun 2003 dan Soesilo Bambang Yudhoyono pada 2006 lalu.

*) Guru Inti Matematika SMA British Council School's Online Ambassador Quipper's Ambassador


Topik

Wisata



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Editor

Redaksi