MALANGTIMES - Klarifikasi dilakukan Aremania setelah kejadian beberapa waktu lalu yang sempat menggegerkan dua kota asal Jawa Timur yakni Malang dan Madura. Banyak yang menyayangkan hal itu mengapa bisa terjadi.
Senin (5/9/2016) kemarin, Aremania 'Lawang Nade' menjelaskan kronologis kejadian yang terjadi di Randu Agung, Singosari, Kabupaten Malang, pada saat kepulangan mereka usai laga Arema Cronus melawan Madura United, Jum'at (2/9) malam lalu.
Baca Juga : Jebolan Persema Punya Target Jalani Musim Kedua di Liga 1 Bersama Arema FC
Salah satu saksi mata kejadian, Muhammad Lukman Rosyid menuturkan bahwa dirinya bersama rombongan 'Lawang Nade' menaiki pick up, lalu melihat 2 bus dan 1 minibus suporter Madura United melintas.
"Itu kira-kira pukul 24.00 WIB mas, di Singosari saya kira ada tabrakan, soalnya pada waktu itu macet. Ternyata 2 bus suporter Madura United tadi berhenti, dan orang-orang di dalamnya mengejar kita yang ada di dalam pick up, ada yang bawa batu, terus senjata tajam (jenis berang/pedang), namanya kita nggak tahu apa-apa, ya lari ke rumah warga," ucapnya di salah satu Base Camp 'Lawang Nade'.
Suporter Aremania yang didominasi oleh anak di bawah umur ini berjumlah 14 orang suporter dan 1 orang supir. Mereka langsung lari menyelamatkan diri masing-masing dan minta pertolongan.
"Jadi kita itu tidak menyerang tapi hanya lewat, justru kami yang diserang duluan, saat kita lari ke rumah warga dan warga keluar semua, bahkan drum kita di jebol dan dirampas oleh mereka (suporter Madura United)," kata salah satu saksi mata lainya, Inggit Ferdy Mulyanto warga Jalan Indrokilo, Desa Polaman Kelurahan Kalirejo, Lawang, Kabupaten Malang.
Sementara itu, klarifikasi penyerangan ini juga dihadiri tiga ketua koordinator wilayah Aremania, Sugeng Widodo Korwil Lawang, Achmad Ghazali Korwil Klayatan, dan Iin Bliyut Korwil Dinoyo.
Baca Juga : Lama Tak Terlihat, Striker Lama Arema FC Akan Bergabung
"Kami sebenarnya memang tidak ada masalah dengan suporter Madura United. Kalau memang niatnya ricuh, sejak awal sudah terjadi di stadion, tapi ini tidak, kita niatnya silaturahmi. Kita justru menemukan fakta bahwa kami yang diserang duluan," ujar Iin Bliyut, ketua korwil Dinoyo.
Ketua Korwil Lawang, Sugeng Widodo juga angkat bicara dalam hal ini, ia mengatakan kepada Aremania 'Lawang Nade' untuk tidak menyimpan dendam atas kerusuhan yang terjadi itu. Menurutnya kesalah pahaman di dunia suporter menjadi hal yang tidak bisa dihindarkan.
"Tidak usah dendam, tetap solid, tetap semangat, tetap dukung Arema dan sekolah yang rajin. Bass Drum yang diambil suporter Madura kan sudah dilaporkan polisi, nanti akan kita bantu," ucap Sugeng kepada Aremania 'Lawang Nade'.
