MALANGTIMES- Sebut saja Karjan (32), begitu ucapnya sambil membuka topeng beruang madu berwarna coklat. Keringat di wajahnya meleleh. Saat trafficlight di perempatan jalan raya Talangagung Kepanjen berwarna hijau, dan kendaraan kembali melaju.
Berdomisili di sekitar daerah Talangagung, Karjan berprofesi sebagai penghibur perempatan jalan saat lampu berwarna merah. Dengan kostum beruang madu coklat, Karjan setiap hari mangkal di sana untuk mendapatkan uang dari para pengendara.
Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19
“Mau ngamen di perempatan sudah banyak yang melakukan, akhirnya saya memilih menjadi penghibur dengan kostum beruang ini. Mau kerja lain tidak punya keahlian apapun, yang penting halal mas,” katanya dan dengan cepat memasang topengnya kembali. Lampu sudah merah lagi.
Karjan kembali beraksi dengan polah lucu untuk mendapatkan lembaran uang dari para pengendara yang terhibur. Begitulah aktifitas Karjan setiap hari dari jam 09.00 – 18.00 WIB. Uang receh limaratusan serta lembaran duaribu maupun seribuan, hari itu (12/08/2016) yang dimasukan di kantong depan kostum beruangnya tidaklah terlalu banyak.
“Alhamdulillah mas bisa dibawa pulang ke rumah untuk kebutuhan sehari-hari anak istri. Hari ini para pengendara sedikit yang kasih saya uang. Biasanya hari Minggu cukup banyak yang kasih uang mas,” katanya sambil menghitung uangnya.
Setiap hari rata-rata si beruang madu ini mendapatkan Rp 50 ribu. Bersih yang dibawa pulang Karjan sekitar Rp 35- 40 ribu setiap harinya. Bagi para pengendara keberadaan si beruang madu ini sebagian dianggap hiburan saat mereka berhenti karena lampu merah. Sebagian lain acuh dan lainnya malah merasa terganggu atas polah siberuang madu ini.
“Pertama kali kaget mas di lampu merah ada orang pake topeng beruang sambil joget-joget, biasanya kan pengemis atau pengamen. Ya cukup terhibur sih,” ujar Rendy pengendara roda dua sambil memberikan uang lembaran nominal dua ribu.
Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat
“Orang cari duit macam-macam caranya, apalagi sekarang cari duit susahnya minta ampun. yang penting halal dan cara memintanya dengan sopan, tidak ada masalah,” kata Zuber.
Bagi si beruang madu Karjan, cara itulah yang membuatnya bertahan hidup dan menghidupi keluarganya. Rasa panas yang menyengat tubuhnya yang terbalut kostum beruang, tidaklah membuat Karjan menyerah untuk terus menghibur para pengendara di perempatan jalan.
