Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

10 Tradisi Tahun Baru Imlek di Indonesia yang Sarat Makna dan Harapan Baik

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

29 - Jan - 2026, 09:04

Placeholder
Tahun Baru Imlek. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Tahun Baru Imlek 2026 akan jatuh pada 17 Februari 2026, menandai masuknya Tahun Kuda Api. Bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia, momen ini bukan sekadar hari libur, tetapi juga saat penting yang dipenuhi tradisi, simbolisme, serta doa untuk kehidupan yang lebih baik. 

Perayaan Imlek tidak hanya dikenal dengan warna merah meriah dan kembang api yang gemerlap, tetapi juga ragam kebiasaan yang sudah berlangsung turun-temurun selama ratusan tahun.

Baca Juga : Sempat Tersandera Perusahaan, Ijazah Lima Pekerja di Kota Batu yang Ditahan Akhirnya Diserahkan

Setiap tradisi memiliki makna budaya dan filosofis yang mendalam. Baik dari sisi spiritual, sosial, maupun psikologis, tradisi-tradisi inilah yang membuat Imlek bukan sekadar pergantian kalender, tetapi juga kesempatan refleksi, harapan, dan berkumpul bersama orang yang dicintai. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini merupakan sejumlah tradisi tahun Baru Imlek yang ada di Indonesia:

1. Bersih-Bersih Rumah Sebelum Imlek – Menghapus Energi Lama

Sebelum tanggal 17 Februari 2026, banyak rumah tangga Tionghoa di Indonesia melakukan tradisi bersih-bersih rumah. Aktivitas ini bukan sekadar merapikan rumah, tetapi simbol penting untuk “membersihkan” energi buruk dan sisa kesialan agar tidak terbawa ke tahun yang baru.

Namun uniknya, pada saat hari perayaan tiba justru tidak dianjurkan menyapu atau membuang sampah keluar rumah. Ini karena masyarakat percaya bahwa sampah yang dibuang justru dapat “membuang rezeki” dan mengurangi keberuntungan di tahun yang akan datang.

2. Dekorasi Serba Merah – Lambang Keberuntungan dan Perlindungan

Warna merah menjadi ikon utama perayaan Imlek. Warna ini dipilih karena secara budaya mewakili kebahagiaan, kemakmuran, dan keberuntungan. Di banyak rumah, Anda akan melihat lampion merah, pita, hiasan tali, hingga bunga dengan dominasi warna merah.

Dalam legenda Tiongkok, warna merah juga dipercaya mampu mengusir makhluk jahat seperti Nian—monster yang menurut cerita sering keluar saat musim semi. Karena itu, merah tidak hanya estetis tetapi juga punya fungsi simbolik untuk melindungi keluarga dari hal negatif.

3. Hidangan Khas Imlek – Makanan yang Penuh Makna Filosofis

Berbeda dengan hari biasa, makanan saat Imlek sarat simbolisme:

• Mi panjang – melambangkan umur panjang dan kesehatan.

• Kue lapis – dipercaya membawa rezeki yang bertingkat atau berlapis.

• Kue keranjang dan permen manis – melambangkan kehidupan yang manis dan harmonis.

Uniknya, makanan yang disajikan biasanya berjumlah ganjil, terutama angka yang dianggap membawa keberuntungan. Sebaliknya, makan bubur justru dihindari karena dianggap melambangkan kemiskinan.

Setiap daerah di Indonesia juga punya variasi menu Imlek yang khas, seperti oseng jamur, pangsit, hingga ikan utuh yang menjadi favorit keluarga saat berkumpul.

4. Tidak Membalik Ikan – Simbol Rezeki yang Berkelanjutan

Ikan sering menjadi sajian utama saat makan bersama keluarga di malam Tahun Baru Imlek. Tradisi ini bukan sekadar soal rasa, tetapi juga simbol kemakmuran—karena kata ikan dalam bahasa Mandarin dekat dengan makna “kelebihan rezeki”.

Saat menyantapnya, banyak keluarga memilih tidak membalik ikan untuk bagian yang belum dimakan. Ini dipercaya supaya makna rezeki yang melimpah tidak terputus begitu saja, dan rezeki di tahun yang baru terus berlanjut.

5. Berkumpul dengan Keluarga – Momen Penting yang Tidak Tergantikan

Imlek adalah waktu istimewa untuk berkumpul dengan keluarga besar. Tak jarang, anggota keluarga yang bekerja jauh atau menetap di luar pulau pulang untuk merayakan bersama.

Tradisi ini menjadi ajang mempererat hubungan keluarga, saling memaafkan, dan memulai tahun baru dengan rasa syukur. Momen makan bersama, berbagi cerita, serta mengunjungi orang tua dan kerabat menjadi bagian tak terpisahkan dari semangat Imlek.

Baca Juga : Pelaku Jambret di Tulungagung: Beraksi 3 Kali, Sebelum Dibekuk Polisi

6. Berbagi Angpao – Lebih dari Sekadar Uang dalam Amplop Merah

Salah satu tradisi yang paling dinanti adalah pemberian angpao—amplop merah berisi uang yang biasanya dibagikan oleh orang yang sudah menikah kepada yang lebih muda atau belum menikah. Angpao juga menjadi simbol berbagi rezeki, doa baik, dan berkah.

Tidak sembarang angka dipilih dalam angpao. Banyak keluarga memilih nominal yang mengandung angka delapan (8) karena angka ini melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.

7. Sembahyang dan Persembahan untuk Leluhur

Bagi keluarga Tionghoa yang menjalankan ritual spiritual, praktek sembahyang menjadi bagian dari perayaan. Baik di rumah maupun di kelenteng, upacara ini dilakukan untuk menghormati leluhur dan memohon berkah di tahun yang baru.

Persembahan biasanya berupa buah-buahan, kue, teh, dan makanan lain sebagai wujud penghormatan. Ritual ini memberi rasa batin yang tenang sekaligus menguatkan hubungan emosional antara generasi.

8. Doa Turun Hujan – Tanda Rezeki dan Kemakmuran

Masyarakat Tionghoa memiliki kepercayaan bahwa hujan saat Imlek adalah pertanda baik. Air dianggap simbol rezeki, sehingga turunnya hujan bisa diartikan sebagai limpahan berkah dari langit.

Walaupun ini bukan hal yang bisa dipastikan setiap tahun, tradisi ini tetap menjadi harapan dalam doa banyak keluarga saat hari perayaan tiba.

9. Atraksi Barongsai – Warna, Irama, dan Makna di Balik Tarian

Atraksi barongsai adalah pemandangan yang tidak boleh dilewatkan saat Imlek. Dua orang pemain memakai kostum singa dan memperagakan gerakan lincah dengan diiringi musik tradisional.

Tarian ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga dipercaya dapat mengusir roh jahat dan membawa energi positif. Barongsai menjadi simbol kegembiraan, keberuntungan, dan semangat optimisme menyambut tahun baru.

10. Petasan dan Kembang Api – Suara Keras, Harapan Baru

Pesta kembang api dan letusan petasan hampir selalu hadir di malam Imlek. Suaranya yang keras dipercaya mampu mengusir energi negatif dan membawa suasana semarak.

Selain itu, kombinasi cahaya warna-warni dari kembang api juga menjadi simbol perayaan, kebahagiaan, dan harapan agar tahun mendatang dipenuhi berkah dan kesuksesan.

Tradisi Imlek di Indonesia memperkaya budaya nasional, tidak hanya dari komunitas Tionghoa tetapi juga memberikan kesempatan lintas budaya untuk merasakan semangat kebersamaan, harapan baru, dan optimisme dalam hidup.

Meski banyak tradisi bersifat simbolis, nilai-nilai di baliknya tetap relevan dalam kehidupan modern seperti persatuan keluarga, rasa syukur, kebersihan jiwa, dan keberanian menghadapi tantangan baru.


Topik

Peristiwa Tradisi Tahun Baru Imlek Tahun Baru Imlek Imlek Imlek di Indonesia



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni