Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Sebentar Lagi Siswa Dusun Sedawung Bisa Sekolah Tanpa Rasa Khawatir

Penulis : Muhammad Agus Salim - Editor : Redaksi

18 - May - 2016, 21:44

Placeholder
Bupati Malang, Rendra Kresna saat meninjau pembangunan irigasi di Desa Pandesari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. (Foto: Agus/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang membangun dua jembatan penghubung yang sebelumnya rusak akibat bencana erupsi gunung Kelud. Jembatan tersebut dibangun di atas sungai Sambong dengan anggaran Rp 9 miliar dan di kawasan Klangon, dengan nilai pembangunan sebesar Rp 7,2 miliar.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Anggaran pembangunan tersebut dibangun dengan menggunakan dana hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bancana (BNPB).

Jembatan yang dibangun tersebut adalah jembatan penghubung antar dusun di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Dusun tersebut, diantaranya adalah Dusun Sedawung, Dusun Klangon, Dusun Wonorjo, Dusun Sambirejo, dan Dusun Ngunjung, yang keseluruhan dihuni sekitar 4 ribu jiwa.

Kepala Desa Pandansari, Sitin, mengatakan, pasca erupsi gunung Kelud pada 2014 lalu, warga di lima dusun tersebut sempat terisolasi akibat akses jambatan penghubung yang rusak parah.

"Jembatannya hilang terbawa lahar dingin. Selama ini, sungai adalah akses jalan yang dimiliki warga di lima dusun tersebut. Saat musim hujan warga jarang melintasi akibat khawatir terjadi banjir," ujar Sitin.

Selain sungai Sambong, akses jalan yang digunakan warga adalah memutar melintasi perbukitan, namun jalannya licin dan membutuhkan waktu yang lama.

"Dua kali lipat waktu yang dibutuhkan untuk lewat jalur alternatif itu, karena harus mengelilingi bukit-bukit," ujarnya.

Tak hanya itu, anak sekolah di lima dusun tersebut sering terpaksa tidak bisa sekolah akibat tidak punya akses jalan.

Sitin katakan, jika hujan pada pagi hari siswa tidak bisa berangkat, karena khawatir ada banjir di sungai yang menjadi akses jalan.

Baca Juga : Hingga Pertengahan April, 4 Kali Tanah Longsor Terjadi di Kota Batu

"Kalau saat pulang ternyata banjir, anak-anak sekolah sering tidur di tetangga dusun," ujarnya.

Melihat hal itu, baru beberapa bulan lalu, masyarakat secara swadaya membangun jembatan sederhana agar para siswa bisa berangkat atau pulang sekolah tanpa khawatir.

Bupati Malang, Rendra Kresna dalam sambutan peletakan batu pertama pembanngunan jembatan mengatakan, diharapkan dengan pembanunan jembatan akan bisa segera meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Dengan ini (pembangunan jembatan) masyarakat sudah bisa segera kembali beraktivitas dengan lancar kembali," ujarnya.

Selain melakukan peletakan batu pertama dalam pembangunan jembatan, Rendra juga memberikan bantuan berupa sembako kepada warga yang pernah terdampak erupsi gunung Kelud.

Desa Pandansari sendiri merupakan wilayah di Kabupaten Malang yang terdampak erupsi gunung Kelud pada tahun 2014 lalu, hal itu mengakibatkan ribuan warga harus mengungsi di desa lain. (*)


Topik

Peristiwa Bupati-Malang Rendra-Kresna



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Agus Salim

Editor

Redaksi