MALANGTIMES - Kota Batu terus menguatkan diri sebagai Kota Wisata. Tidak hanya wisata alam dan buatan, Kota Batu juga kaya dengan objek wisata religi. Salah satunya adalah Vihara Dhammadipa Arama yang berada di Jalan Ir Soekarno Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu.
Vihara yang berdiri sejak tahun 1971 ini selain menjadi tempat ibadah umat Buddha, juga telah membuka diri menjadi lokasi wisata religi.
Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?
Dari sisi arsitektur bangunan, berbentuk pagoda bernama Patirupaka Shwedagon Pagoda. Pagoda itu menyambut pengunjung ketika di pintu masuk vihara. Pagoda tersebut merupakan replika dari Shwedagon Pagoda di Myanmar.
Keramahan para samanera dan attasilani (siswa-siswi yang belajar agama Buddha) menemani pengunjung untuk melihat setiap sudut bangunan vihara tersebut. Tidak jarang mereka menjawab pertanyaan para pengunjung yang penasaran terhadap bangunan maupun patung yang ditemui.
Di sisi paling utara terdapat patung Buddha Tidur atau The Sleeping Buddha. Berukuran panjang delapan meter berwarna kuning keemasan. Tempat ini merupakan tempat favorit pengunjung untuk mengabadikan momen dalam sebuah foto.
Di sebelah patung Buddha Tidur tersebut juga terdapat patung lima murid pertama Sang Budhha. Kolam-kolam ikan berhias bunga teratai menambah suasana asri vihara ini.
Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April
Tidak hanya pengunjung dari luar kota, pengunjung dari luar negeri pun kerap datang ke Vihara pertama di Kota Batu ini. Seperti dari Eropa, Amerika, Hongkong, Tiongkok, Jepang, Thailand, Kamboja, Singapura, dan Malaysia. Mereka bersembahyang, berdialog, juga berwisata.
Ketua Vihara Bhante Khantidharo Mahathera mengatakan, vihara ini terbuka bagi siapapun pengunjung yang hendak melihat maupun belajar. “Kami terbuka pada siapa saja. Terkadang pengunjung melihat-lihat, bertanya, juga berfoto di sini,” ungkap Bhante Khanti.(*)
