MALANGTIMES - Petang ini, ratusan umat Hindu di Desa Kesamben, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang melaksanakan upacara Taur Agung.
Diawali dengan Pasrah Saji yang dipimpin oleh pemangku wardi, sebutan bagi rohaniawan yang bertugas memimpin umat dalam peribadatan.
Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19
Selanjutnya, dilaksanakan Upacara Caru. Sebuah bentuk penghormatan umat kepada Buta Niskala, mahluk hidup yang tidak tampak. Harapannya, Buta Niskala tidak mengganggu umat Hindu yang akan melaksanakan Catur Brata Penyepian.
"Kita memberikan makan, setelah itu kita minta (Buta Niskala) kembali ke tempatnya, agar mereka tidak mengganggu proses Catur Brata Penyepian," ujar Kusmono, Sekretaris PHDI Kecamatan Ngajum, Selasa (8/3/2016).
Usai Caru, umat siap melaksanakan persembahyangan. Kemudian, baru mengarak Ogoh-ogoh dari lapangan Desa Kesamben menuju Pura Sambi Agung Sapto Argo.
Sebanyak lima belas Ogoh-ogoh akan dibakar secara bersamaan di pelataran Pura Sambi Agung. Maknanya, memusnahkan sifat-sifat buruk atau jelek yang disimbolisasi dengan Ogoh-ogoh.
Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat
Wujud nyata toleransi kehidupan umat beragama, arak-arakan Ogoh-ogoh dilaksanakan setelah waktu ibadah Shalat Maghrib. "Kami baru akan mengarak setelah waktu Shalat Maghrib," ujar pria kelahiran 36 tahun lalu ini.
Usai pembakaran Ogoh-ogoh, malam ini peribadatan berlanjut pada tingkat keluarga. "Ada pembagian tirta (air) untuk pangrupukan di rumah masing-masing. Maknanya pembersihan diri," terangnya.(*)
