Kawasan Stasiun Malang Akan Ditata Ulang, Parkir di Badan Jalan Dikurangi
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Dede Nana
26 - Jan - 2026, 06:35
JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menegaskan perlunya penataan parkir di kawasan Stasiun Kota Malang. Langkah ini dinilai mendesak seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan keterbatasan ruang parkir di area tersebut.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa sejatinya desain penataan parkir di kawasan Stasiun Malang telah disiapkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Oleh karena itu, Dishub masih menunggu tindak lanjut dari pihak KAI terkait rencana penyediaan lahan parkir yang representatif.
Baca Juga : Kumpulkan 1.200 Nakes, Bupati Jember Bentuk Satgas Penurunan Angka Stunting
“Memang sudah ada desain dari KAI. Untuk detail rencana penyediaan lahan parkir, bisa ditanyakan langsung ke sana,” ujar Widjaja.
Pantauan di lokasi, kawasan sisi barat stasiun memang terlihat cukup padat aktivitas parkir. Bahkan, area parkir kerap melebihi marka garis kuning berbiku. Tak hanya itu, aktivitas taksi online terkadang juga membuat aktivitas lalu-lintas tertunda.
Sementara itu, dari sisi Dishub, upaya yang akan dilakukan adalah mengurangi pemanfaatan badan jalan sebagai area parkir. Widjaja menegaskan, penataan tersebut nantinya akan dilakukan secara terpadu bersama Forum Lalu Lintas.
“Kami berharap badan jalan itu dikurangi untuk parkir. Nanti akan kita tata bersama tim Forum Lalu Lintas. Memang kawasan tersebut sudah harus diatur dengan baik karena kebutuhan satuan ruang parkirnya sangat kurang,” jelasnya.
Dalam penataan tersebut, Dishub akan memprioritaskan sterilisasi parkir di sisi barat kawasan stasiun, tepatnya di Jalan Trunojoyo. Bahkan, jika kondisi lalu lintas menuntut, area tersebut bisa diberlakukan tanpa parkir sama sekali.
“Terutama di sebelah barat, Jalan Trunojoyo, akan kita atur sedemikian rupa. Jika memang diperlukan tidak ada parkir, ya akan kita atur. Tapi tentu kami siapkan dulu solusinya bersama KAI, termasuk penyiapan lokasi parkir pengganti,” tegas Widjaja.
Menurutnya, kawasan Stasiun Kota Malang merupakan salah satu ikon kota, termasuk menjadi akses penting menuju Pasar Klojen. Tingginya mobilitas masyarakat, ditambah keterbatasan lahan parkir baik di stasiun maupun di Pasar Klojen, membuat banyak warga memilih berjalan kaki dari area sekitar.
Baca Juga : Wabah Virus Nipah Merebak di Negara Tetangga RI, Ini Risiko dan Cara Antisipasinya
“Kebutuhan parkir di kawasan ini memang besar, sementara lahannya terbatas. Maka penataan parkir di Stasiun Kota Malang harus mengacu pada desain dari KAI agar lebih tertib dan nyaman,” imbuhnya.
Terkait nasib juru parkir (jukir) apabila penataan parkir diterapkan, Widjaja mengakui hal tersebut menjadi konsekuensi yang harus dihadapi dalam proses penataan kawasan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut akan dikaji secara matang dengan mempertimbangkan berbagai aspek.
“Ini tentu menjadi konsekuensi yang nanti akan kita pikirkan bersama,” pungkasnya.
