Bukan Sekadar Segel Kantor, Kader Golkar Kota Malang Desak Musda Ulang

Reporter

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

04 - Jan - 2026, 05:53

Penyegelan kantor DPD Golkar Kota Malang jilid dua.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Polemik internal Partai Golkar Kota Malang kian memanas. Sejumlah kader kembali menyegel Kantor DPD Partai Golkar Kota Malang pada Sabtu (3/1/2026). Namun, aksi tersebut bukan sekadar bentuk protes simbolik.

Para kader mendesak agar Musda XI Golkar Kota Malang diulang atau digelar Musda Luar Biasa (Musdalub). Desakan itu muncul lantaran proses Musda XI yang digelar di Kantor DPD Golkar Provinsi Jawa Timur, Surabaya, dinilai janggal.

Baca Juga : Napak Tilas Pendirian NU 2026, PCNU Surabaya Teguhkan Ingatan Sejarah dan Khidmah Ulama

Dewan Pertimbangan DPD Golkar Kota Malang Agus Sukamto mengatakan bahwa hasil Musda XI dianggap tidak merepresentasikan suara kader, khususnya dari arus bawah. Karena itu, legitimasi hasil musda turut dipersoalkan.
“Proses musda kemarin kami nilai tidak sehat dan tidak mencerminkan aspirasi kader di bawah,” ujar Agus.

Tak hanya menyoroti proses musda, para kader juga mendesak agar Ketua DPD Golkar Kota Malang terpilih Joko Prihatin diganti. Agus bahkan secara tegas meminta Joko untuk mengundurkan diri secara sukarela.

“Dengan kesadaran penuh akan etika, moral, dan tanggung jawab politik, demi menjaga kehormatan pribadi serta marwah Partai Golkar, sebaiknya Saudara Joko Prihatin secara sukarela mengundurkan diri sesegera mungkin,” tandasnya.

Agus juga menilai hingga kini tidak ada upaya konsolidasi yang dilakukan oleh ketua terpilih terhadap struktur partai, termasuk Dewan Pertimbangan. Kondisi itu disebut memperkuat anggapan tidak adanya iktikad baik untuk meredam konflik internal.

“Sampai sekarang tidak ada konsolidasi ke kami di Dewan Pertimbangan. Itu menunjukkan tidak ada iktikad baik,” imbuhnya.

Baca Juga : UIN Maliki Malang Bebaskan UKT 10 Mahasiswa Aceh Terdampak Bencana

Saat ini, polemik tersebut telah dibawa ke Mahkamah Partai Golkar. Agus berharap musdalub dapat segera digelar untuk membuka kembali proses pemilihan ketua secara lebih terbuka dan transparan.

“Kami ingin proses yang lebih terbuka. Kader yang sudah terbukti melakukan kesalahan tidak diperkenankan mendaftar, termasuk ketua terpilih dan kader yang menjabat sebagai plt,” katanya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Ketua Terpilih DPD Golkar Kota Malang Joko Prihatin belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan JATIMTIMES belum mendapatkan respons.