Daftar Lengkap Bansos yang Cair Januari 2026

Reporter

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

03 - Jan - 2026, 11:08

Ilustrasi uang bansos. (Foto: Pixabay)

JATIMTIMES - Bantuan sosial (bansos) masih menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari masyarakat Indonesia. Memasuki awal tahun 2026, pemerintah kembali melanjutkan sejumlah program bansos yang ditujukan bagi masyarakat miskin dan rentan.

Penyaluran bansos pada Januari 2026 menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi setelah libur panjang akhir tahun.

Baca Juga : Biro Wisata Noordwijk 36 Batavia: Cikal Bakal Promosi Turisme di Nusantara

Fokus utama bantuan sosial di awal 2026 diarahkan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan. Program-program yang dinilai memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat dipastikan tetap berjalan, meskipun pemerintah juga melakukan penataan ulang anggaran agar bantuan lebih tepat sasaran.

Berikut daftar bansos yang cair pada Januari 2026 beserta penjelasannya.

1. Program Keluarga Harapan (PKH)

Program Keluarga Harapan (PKH) masih menjadi tulang punggung bantuan sosial pemerintah. Bantuan ini menyasar keluarga miskin dan rentan yang memiliki anggota keluarga dengan kriteria tertentu, seperti ibu hamil, balita, anak usia sekolah, lanjut usia, serta penyandang disabilitas berat.

PKH tidak hanya berupa bantuan tunai, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk aktif memanfaatkan layanan pendidikan dan kesehatan, mulai dari pemeriksaan kehamilan, imunisasi balita, hingga memastikan anak tetap bersekolah.

Perkiraan jadwal pencairan:

• Tahap awal: Januari–Februari 2026 (bertahap)

Besaran bantuan PKH per tahun:

• Ibu hamil: sekitar Rp3.000.000

• Balita usia 0–6 tahun: sekitar Rp3.000.000

• Anak SD: sekitar Rp900.000

• Anak SMP: sekitar Rp1.500.000

• Anak SMA: sekitar Rp2.000.000

• Lanjut usia: sekitar Rp2.400.000

• Penyandang disabilitas berat: sekitar Rp2.400.000

Bantuan disalurkan secara bertahap sesuai tahap pencairan, bukan sekaligus.

2. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tetap disalurkan pada Januari 2026 melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Bantuan ini digunakan untuk membeli kebutuhan pangan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan bahan pangan lainnya.

Transaksi BPNT dilakukan di e-warong atau mitra resmi pemerintah yang telah bekerja sama dengan Kementerian Sosial.

Perkiraan jadwal pencairan:

• Januari 2026 (bertahap, tergantung daerah)

Besaran bantuan:

• Sekitar Rp 200.000 per bulan per Keluarga Penerima Manfaat (KPM)

BPNT berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga, terutama di tengah fluktuasi harga bahan pokok.

3. Program Indonesia Pintar (PIP)

Pemerintah juga melanjutkan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan akses pendidikan.

Bantuan PIP diberikan kepada siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA atau sederajat dan dapat digunakan untuk kebutuhan pendidikan seperti perlengkapan sekolah, buku, seragam, hingga biaya transportasi.

Perkiraan pencairan awal tahun:

• Januari–Maret 2026 (bertahap)

Besaran bantuan PIP:

• Siswa SD/sederajat: sekitar Rp450.000 per tahun

• Siswa SMP/sederajat: sekitar Rp750.000 per tahun

• Siswa SMA/sederajat: sekitar Rp1.000.000 per tahun

4. PBI JKN BPJS Kesehatan

Di sektor kesehatan, pemerintah tetap menanggung iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin dan rentan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Berbeda dengan bansos lain, PBI JKN tidak dicairkan dalam bentuk uang tunai. Pemerintah membayarkan iuran BPJS Kesehatan setiap bulan sehingga peserta tetap dapat mengakses layanan kesehatan tanpa harus membayar iuran.

Skema bantuan:

• Iuran BPJS Kesehatan ditanggung penuh oleh pemerintah

• Berlaku sepanjang tahun, termasuk Januari 2026

5. Program Rehabilitasi Sosial

Selain bantuan tunai dan non-tunai, pemerintah juga melanjutkan Program Rehabilitasi Sosial. Program ini menyasar kelompok rentan yang mengalami masalah sosial berat, seperti lansia terlantar, penyandang disabilitas, korban kekerasan, hingga kelompok dengan permasalahan sosial lainnya.

Bantuan diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari pendampingan psikososial, bantuan kebutuhan dasar, hingga pemberdayaan sosial agar penerima manfaat dapat kembali mandiri.

Waktu penyaluran:

• Bertahap sepanjang tahun, termasuk Januari 2026

• Nominal disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima.

Perlu diketahui, jadwal pencairan dan nominal bansos dapat berbeda di setiap daerah. Penyaluran bantuan sangat bergantung pada validasi data penerima serta kesiapan administrasi masing-masing wilayah.

Masyarakat diimbau untuk:

- Rutin mengecek status bansos melalui kanal resmi

- Memastikan data kependudukan aktif dan valid

- Tidak mudah percaya pada informasi tidak resmi terkait jadwal pencairan.

Cara Mengecek Status Penerima Bansos Januari 2026

Masyarakat diimbau untuk aktif mengecek status penerima bansos agar tidak tertinggal informasi pencairan. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

1. Pastikan Data Kependudukan Terdaftar dan Diperbarui

Baca Juga : Jarang Dibahas! Jerawat Ternyata Bisa Mengganggu Kesehatan Mental Remaja, Ini Penjelasan Dokter Kulit

Pastikan data keluarga sudah tercatat dan diperbarui dalam sistem kesejahteraan sosial nasional, seperti DTKS atau DTSEN. Data yang tidak valid berpotensi menyebabkan bantuan tidak cair.

2. Cek Status Bansos Secara Online

Pengecekan dapat dilakukan secara mandiri melalui:

• Website resmi cekbansos.kemensos.go.id

• Aplikasi Cek Bansos milik Kementerian Sosial

Masukkan data wilayah dan nama sesuai KTP untuk mengetahui status bantuan.

3. Datang ke Kantor Desa atau Kelurahan

Bagi warga yang tidak memiliki akses internet, pengecekan bisa dilakukan dengan mendatangi kantor desa atau kelurahan setempat dengan bantuan perangkat desa atau pendamping sosial.

4. Pastikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Aktif

Khusus penerima BPNT dan PKH non-tunai, pastikan KKS masih aktif dan tidak bermasalah agar pencairan bantuan tidak terhambat.

Dengan memahami daftar bansos yang cair pada Januari 2026 serta cara mengecek status penerima, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan bantuan secara optimal dan tepat sasaran.