Krisis Pupuk Subsidi Mengancam Petani, Kota Batu Minta Dispensasi

19 - Sep - 2026, 05:12

Ilustrasi pertanian di Kota Batu. Petani di Kota Batu mayoritas tidak bisa menjangkau pupuk subsidi lantaran tidak masuk dalam Komoditas Utama RDKK penerima subsidi.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Wakil Wali Kota Batu sekaligus Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Batu Heli Suyanto siap memanfaatkan momentum Rembug KTNA Nasional 2026 untuk menyuarakan keterbatasan akses pupuk bersubsidi bagi para petani dan peternak di daerahnya. Pihaknya berencana mengajukan usulan dispensasi khusus kepada pemerintah pusat dan PT Pupuk Indonesia.

Usulan tersebut didasari oleh regulasi pembatasan subsidi pupuk melalui sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang saat ini hanya diperuntukkan bagi sembilan komoditas pangan utama.

Baca Juga : Impor Jawa Timur Naik 16,56 Persen hingga Juli 2026, Buah-buahan dan Besi Baja Melonjak

Kondisi tersebut dinilai belum mengakomodasi kebutuhan riil sektor pertanian di Kota Batu yang didominasi oleh tanaman hortikultura, buah apel, hingga pakan hijau ternak.

"Kalau RDKK, di Kota Batu ini kan kita tidak masuk dalam aturan sembilan komoditi utama itu. Makanya kami pemerintah daerah bersama saya sebagai Ketua KTNA akan meminta dispensasi khusus agar tanaman seperti hortikultura dan pakan ternak bisa mendapat kemudahan pupuk subsidi," ujar Heli disela Rembug Paripurna KTNA di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Sabtu (19/9/2026).

Heli menyoroti nasib para peternak sapi yang seringkali kesulitan mendapatkan pupuk saat hendak menanam rumput pakan ternak. Peternak acap kali mendapat penolakan di toko tani lantaran komoditas rumput gajah atau pakan hijau tidak terakomodasi dalam RDKK nasional.

Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius di tingkat nasional mengingat keberlanjutan sektor peternakan sangat bergantung pada ketersediaan pakan berkualitas.

Baca Juga : Rembug Paripurna KTNA di Batu Soroti Kebutuhan Teknologi Tepat Guna hingga Krisis Regenerasi Petani

"Yang paling kasihan itu peternak. Peternak itu kan menanam rumput yang kadang butuh pupuk, nah ketika ke toko pertanian pasti ditolak karena rumput tidak masuk RDKK. Ini isu nasional yang perlu disampaikan," tegas Heli.

Mengenai mekanisme penyaluran, Heli mengimbau agar seluruh petani dan peternak di Kota Batu tetap aktif bergabung dalam wadah kelompok tani (poktan) di wilayah masing-masing. Keanggotaan poktan menjadi syarat mutlak pendataan petani guna mempermudah pendistribusian alokasi pupuk secara merata di tiap dusun.