Wali Kota Blitar Terjun Langsung Benahi Irigasi Jalan Kopi Rembang, Karya Mas Jawab Aspirasi Warga

19 - Sep - 2026, 02:11

Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin ikut bekerja bersama warga saat meninjau pembangunan saluran irigasi melalui program Karya Mas di Jalan Kopi, RW 3, Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Sabtu (19/9/2026). Saluran sepanjang sekitar 41 meter tersebut diperlebar dan diperdalam untuk memperlancar aliran air sekaligus mengantisipasi genangan saat hujan. (Foto: Dani Elang Sakti/Mahardhika FM)

JATIMTIMES – Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin tak sekadar memantau pengerjaan program Kelurahan Berdaya Menuju Kota Masa Depan (Karya Mas) di Jalan Kopi, RW 3, Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Sabtu (19/9/2026). Mengenakan helm proyek, rompi keselamatan, dan sepatu bot, Mas Ibin mengambil sekop lalu ikut bekerja bersama warga membenahi saluran irigasi.

Aksi itu dilakukan saat Mas Ibin melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Karya Mas. Di lokasi tersebut, warga mengusulkan normalisasi saluran irigasi sepanjang sekitar 41 meter. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 35 juta.

Baca Juga : Hadapi Potensi Bencana di Gunung Kelud, Polres Kediri Gelar Apel Bersama

Mas Ibin mengatakan pekerjaan tersebut meneruskan sekaligus memperbaiki saluran yang telah ada. Saluran diperlebar dan diperdalam agar kapasitasnya meningkat, sekaligus menyambung dengan bagian irigasi yang sebelumnya telah dibangun dengan kondisi lebih baik.

“Ini meneruskan irigasi yang lama. Yang sudah ada kemarin kurang bagus, kemudian dilebarkan, didalamkan sesuai dengan irigasi yang sudah terbangun bagus. Sehingga nanti seragam, rapi, dan tentunya kalau ada hujan deras, debitnya juga bisa tertampung dengan baik,” kata Mas Ibin.

Dari Usulan Warga, Dikerjakan Warga

Ibin

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Blitar Freddy Hermawan mengatakan normalisasi saluran tersebut merupakan kebutuhan yang disepakati warga RW 3. Perbaikan diarahkan untuk memperlancar aliran air di lingkungan, terutama ketika intensitas hujan meningkat.

“Untuk yang ada di RW 3, normalisasi saluran irigasi ini Rp35 juta dengan volume kurang lebih 41 meter,” kata Freddy.

Menurut Freddy, pilihan pembangunan itu merupakan hasil penentuan skala prioritas di tingkat lingkungan. Harapannya, saluran yang lebih memadai mampu mengalirkan air dengan lebih lancar dan mengurangi potensi genangan saat hujan.

“Ini sesuai dengan kebutuhan dan skala prioritas yang ada di lingkungan RW 3. Harapan besarnya, ke depan genangan air hujan bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Kebutuhan tersebut juga ditegaskan Ketua RW 3, Pak Gik. Ia mengatakan pelebaran dan pendalaman saluran merupakan usulan langsung masyarakat. Persoalan saluran air bahkan berulang kali menjadi pembahasan warga dalam musyawarah untuk menentukan kebutuhan prioritas lingkungan.

“Ini memang sangat-sangat diharapkan oleh masyarakat untuk mengatasi ketika musim hujan datang. Ketika musim hujan tiba, kita sudah tidak ketir-ketir lagi dengan adanya air yang datang,” katanya.

Karya Mas Bergerak di Sekitar 300 Titik

Karya mas

Mas Ibin mengatakan Karya Mas secara keseluruhan didukung anggaran sekitar Rp16 miliar dan tersebar di sekitar 300 titik se-Kota Blitar. Skema program sengaja dirancang berbasis partisipasi: warga mengusulkan kebutuhan infrastruktur kelurahan, ikut merencanakan, kemudian mengerjakan melalui kelompok masyarakat (pokmas).

Pekerjanya pun diprioritaskan berasal dari lingkungan sekitar. Setelah pekerjaan selesai, pertanggungjawaban dilakukan pokmas dengan pendampingan dari pemerintah.

“Masyarakat diminta untuk mengusulkan infrastruktur yang harus dibangun. Kemudian direncanakan sendiri oleh masyarakat, dikerjakan sendiri oleh masyarakat. Tukang-tukangnya, kulinya, semua juga dari masyarakat sekitar,” ujar Mas Ibin.

Baca Juga : KBJI 2026 Resmi Dirilis, Ada 243 Jabatan Baru Termasuk Content Creator dan Spesialis Keamanan Siber

Skema tersebut membuat pembangunan memiliki manfaat berlapis. Infrastruktur yang dikerjakan berangkat dari kebutuhan warga, sementara proses pengerjaan sekaligus membuka kesempatan kerja dan menggerakkan ekonomi di lingkungan setempat.

Pak Gik mengakui manfaat itu dirasakan warga. Tenaga kerja tidak perlu didatangkan dari luar karena masyarakat sekitar dapat dilibatkan langsung dalam pekerjaan.

“Warga pun langsung bisa kita rekrut untuk mengerjakannya sendiri, tidak perlu tenaga jauh-jauh. Ini mungkin bisa bermanfaat untuk menambah income mereka,” ujarnya.

Bangun Infrastruktur, Tumbuhkan Rasa Memiliki

Ibin

Bagi Mas Ibin, Karya Mas tidak berhenti ketika pekerjaan fisik rampung. Keterlibatan masyarakat sejak tahap pengusulan hingga pengerjaan diharapkan menumbuhkan rasa memiliki sehingga hasil pembangunan turut dijaga setelah diserahkan dan digunakan.

“Program ini betul-betul bertujuan menyerap usulan, keinginan, dan harapan masyarakat itu sendiri. Sehingga masyarakat turut berpartisipasi dalam proses pembangunan dan kemudian pascapembangunan juga ikut merawat apa yang telah dibangun dan direncanakan sendiri,” kata Mas Ibin.

Ia berharap pola pembangunan partisipatif tersebut terus menggairahkan masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan Kota Blitar. Bagi Pemkot, pembangunan lingkungan bukan semata soal berapa meter saluran yang selesai dibangun, tetapi juga seberapa jauh warga terlibat menentukan kebutuhan wilayahnya.

Dari Jalan Kopi, prinsip itu terlihat dalam pekerjaan yang sederhana namun dekat dengan kebutuhan sehari-hari. Saluran sepanjang 41 meter diperlebar dan diperdalam untuk memperlancar aliran air. Warga mengusulkan, warga ikut mengerjakan, sementara pemerintah hadir memfasilitasi dan mendampingi.

“Kami berharap program seperti ini terus memberikan semangat, menggairahkan masyarakat untuk terus berkarya, terus bersama-sama membantu pembangunan Kota Blitar menuju kota masa depan,” pungkas Mas Ibin.