Produksi Perikanan Sidoarjo Masih Stabil, Diversifikasi Komoditas Jadi Peluang Baru
Reporter
Nur Hidayah
Editor
Yunan Helmy
15 - Sep - 2026, 08:00
JATIMTIMES – Sektor perikanan Kabupaten Sidoarjo masih menunjukkan daya tahan produksi di tengah perubahan kondisi budidaya dalam beberapa tahun terakhir. Meski produktivitas perikanan cenderung stagnan sepanjang 2023–2025, potensi berbagai jenis ikan dan biota air menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan sektor perikanan daerah.
Data Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo mencatat total produksi perikanan pada 2023 mencapai sekitar 107,9 ton. Produksi kemudian meningkat menjadi 109,4 ton pada 2024, sebelum turun menjadi 100,7 ton pada 2025.
Baca Juga : Warga Sidoarjo Barat Kini Tak Perlu Jauh untuk Cuci Darah, Wabup Mimik: RSUD Sibar Siapkan 14 Mesin Dialisis
Fluktuasi tersebut menunjukkan bahwa produksi perikanan Sidoarjo masih relatif terjaga pada kisaran 100 ton lebih per tahun. Kondisi ini sekaligus memperlihatkan bahwa sektor perikanan memiliki basis produksi yang cukup kuat meskipun belum mengalami pertumbuhan signifikan.
Salah satu komoditas yang konsisten menopang produksi adalah ikan bandeng. Komoditas yang selama ini menjadi salah satu ikon perikanan Sidoarjo tersebut mencatat produksi relatif stabil, yakni 35,2 ton pada 2023, 35,3 ton pada 2024, dan 35,1 ton pada 2025.
Konsistensi produksi bandeng menunjukkan komoditas tersebut masih memiliki posisi penting dalam struktur perikanan Sidoarjo. Selain didukung oleh tradisi budidaya yang telah berkembang lama, bandeng juga memiliki pasar yang relatif luas sehingga menjadi salah satu pilihan utama pembudidaya.
Di sisi lain, terdapat perkembangan menarik pada komoditas ikan air tawar. Produksi ikan nila tercatat 15,5 ton pada 2023, meningkat menjadi 15,7 ton pada 2024, kemudian turun menjadi 13,8 ton pada 2025.
Sementara itu, produksi ikan lele mengalami lonjakan cukup besar. Dari hanya 2,3 ton pada 2023, produksi lele meningkat menjadi 25,1 ton pada 2024 dan masih berada pada level tinggi sebesar 22,3 ton pada 2025.
Pergerakan produksi tersebut menunjukkan bahwa potensi perikanan Sidoarjo tidak hanya bertumpu pada tambak bandeng. Pengembangan budidaya ikan air tawar juga dapat menjadi alternatif untuk memperluas basis produksi sekaligus meningkatkan pilihan komoditas bagi pelaku usaha perikanan.
Namun di sisi lain, dengaan julukan Sidoarjo sebagai Kota Udang, produksi komoditas udang justru masih berada di bawah bandeng. Produksi udang windu tercatat sekitar 4 ton pada 2023 dan 2024, sebelum turun menjadi 3,7 ton pada 2025.
Sedangkan udang vaname mencapai 5,8 ton pada 2023, meningkat tipis menjadi 5,9 ton pada 2024, kemudian turun menjadi 5,5 ton pada 2025.
Baca Juga : Polresta Malang Kota Siapkan Pengamanan Penataan PIG, Antisipasi Kepadatan di Simpang Gadang
Data tersebut memperlihatkan adanya ruang untuk mengoptimalkan kembali potensi komoditas udang di Sidoarjo. Penguatan teknologi budidaya, peningkatan kualitas pengelolaan tambak, serta diversifikasi jenis komoditas dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan sektor perikanan ke depan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo Muhammad Yunan Khoiron mengatakan wilayah Sidoarjo memiliki keragaman sumber daya perikanan yang cukup besar. “Selain bandeng (termasuk bandeng windu), terdapat pula udang putih, udang api-api, udang rebon, mujair, kakap putih, keting, hingga kepiting,” ungkapnya pada Selasa (15/9/2026).
Menurut dia, keberagaman tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan sektor perikanan Sidoarjo. Artinya, potensi perikanan daerah tidak semata-mata ditentukan oleh satu atau dua komoditas unggulan, tetapi dapat dikembangkan melalui berbagai jenis ikan dan biota air yang memiliki nilai ekonomi.
Dengan kondisi tersebut, tantangan sektor perikanan Sidoarjo ke depan bukan hanya menjaga volume produksi, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan nilai tambah. Penguatan budidaya, pemanfaatan teknologi, peningkatan kapasitas pembudidaya, hingga pengembangan pasar menjadi sejumlah aspek yang dapat menentukan daya saing perikanan daerah.
Stabilnya produksi selama tiga tahun terakhir juga dapat menjadi pijakan bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk menyusun strategi pengembangan yang lebih agresif. Dengan mengoptimalkan komoditas unggulan sekaligus mengembangkan komoditas alternatif, sektor perikanan diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian masyarakat Sidoarjo.
