Kebakaran Hutan Merebak, Ini 5 Negara dengan Sistem Pemadaman Terbaik Dunia
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
13 - Sep - 2026, 07:50
JATIMTIMES - Kebakaran hutan tidak selalu bisa ditangani hanya dengan mengirim petugas ke lokasi. Ketika api meluas, operasi membutuhkan informasi yang cepat, armada udara, personel dalam jumlah besar, hingga sistem untuk memindahkan sumber daya dari satu wilayah ke wilayah lain.
Sejumlah negara telah membangun mekanisme khusus untuk menghadapi situasi tersebut. Sistemnya berbeda-beda, tetapi memiliki satu kesamaan yakni pemadaman dilakukan dengan koordinasi lintas lembaga dan pengerahan sumber daya sesuai tingkat ancaman.
Baca Juga : HP Masih Nyala Bukan Berarti Aman, Cek Masa Dukungan Android Sebelum Kedaluwarsa
Berikut lima negara yang memiliki sistem penanganan kebakaran hutan yang terbaik di dunia, berdasarkan mekanisme koordinasi, kesiapsiagaan, dukungan udara, serta kemampuan berbagi sumber daya yang dijelaskan lembaga resmi.
1. Kanada
Ketika kebakaran meningkat di satu wilayah, Kanada memiliki mekanisme untuk mendatangkan bantuan dari daerah lain. Sistem tersebut dikoordinasikan oleh Canadian Interagency Forest Fire Centre (CIFFC).
CIFFC dimiliki dan dijalankan oleh badan pengelola kebakaran hutan pemerintah federal, provinsi, dan teritori. Lembaga ini berperan meningkatkan kesiapan, keselamatan, serta kemampuan respons menghadapi kebakaran hutan.
Salah satu aspek penting dalam sistem tersebut adalah berbagi sumber daya. Selama musim kebakaran, CIFFC beroperasi tujuh hari dalam seminggu untuk mengatur pengerahan petugas dan peralatan antardaerah. Koordinasi juga dapat dilakukan dengan mitra internasional ketika kebutuhan penanganan semakin besar.
2. Portugal
Portugal memiliki perangkat khusus untuk menghadapi kebakaran pedesaan yang menjadi salah satu risiko besar di negara tersebut. Penanganannya diatur melalui Dispositivo Especial de Combate a Incêndios Rurais (DECIR).
Menurut Autoridade Nacional de Emergência e Proteção Civil, DECIR merupakan bagian dari sistem nasional untuk mengatur perencanaan, koordinasi, dan komando operasi kebakaran. Kesiapan personel dan peralatan menjadi bagian penting dalam sistem ini.
Pada 2026, DECIR menyiapkan hingga 15.149 personel yang tergabung dalam 2.596 tim. Kekuatan tersebut didukung 3.463 kendaraan dan 80 sarana udara ketika risiko kebakaran meningkat.
Portugal juga mengandalkan berbagai metode untuk mendeteksi kebakaran sedini mungkin. Pengawasan dilakukan melalui patroli bergerak, video hutan, pemantauan udara, serta jaringan pos pengamatan nasional.
3. Amerika Serikat
Di Amerika Serikat, koordinasi penanganan kebakaran hutan dilakukan melalui National Interagency Fire Center (NIFC). Pusat koordinasi ini melibatkan berbagai lembaga untuk menangani kebutuhan informasi, logistik, kebijakan, hingga pengambilan keputusan dalam operasi kebakaran.
Salah satu mekanisme yang digunakan adalah penentuan tingkat kesiapsiagaan. National Multi Agency Coordinating Group menetapkan level 1 sampai 5 berdasarkan sejumlah indikator, termasuk aktivitas kebakaran, kondisi cuaca, bahan bakar yang tersedia, serta sumber daya yang ada.
Tingkat kesiapsiagaan tersebut membantu menentukan kebutuhan pengerahan kru, pesawat, dan peralatan. Artinya, kekuatan yang dikerahkan dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.
4. Spanyol
Spanyol menggunakan pembagian peran antara pemerintah pusat dan komunitas otonom dalam menghadapi kebakaran hutan.
Baca Juga : MTsN 2 Kota Malang Gandeng UNAIR Kembangkan Urban Farming Berbasis Riset
Kebijakan pertahanan terhadap kebakaran hutan menjadi tanggung jawab komunitas otonom. Sementara pemerintah pusat berperan mengoordinasikan penanganan serta memberikan dukungan sumber daya ketika dibutuhkan.
Dukungan tersebut mencakup pesawat pemadam kebakaran, Brigade Refuerzo en Incendios Forestales (BRIF), tim pencegahan, hingga unit analisis dan perencanaan.
Koordinasi juga diperkuat melalui latihan bersama antardaerah. Dengan mekanisme ini, sumber daya dari beberapa komunitas otonom dapat dikerahkan dalam satu operasi ketika menghadapi kebakaran dengan tingkat kompleksitas tinggi.
5. Australia
Australia menghadapi risiko kebakaran hutan dengan sistem yang melibatkan pemerintah federal, negara bagian, dan teritori. Tanggung jawab kesiapsiagaan krisis berada pada negara bagian dan teritori, sementara pemerintah federal turut mendukung koordinasi ketika diperlukan.
Salah satu bagian penting dalam sistem tersebut adalah National Aerial Firefighting Centre yang mengoordinasikan pemadaman dari udara.
Australia juga memiliki mekanisme berbagi sumber daya ketika ancaman kebakaran meningkat. National Resource Sharing Centre yang berada di bawah Australasian Fire and Emergency Service Authorities Council (AFAC) membantu mengatur pengerahan sumber daya lintas negara bagian, bahkan memungkinkan dukungan dari luar negeri.
Pengelolaan sumber daya udara juga dilakukan melalui National Aerial Firefighting Centre. Dengan pola tersebut, kemampuan pemadaman dapat ditingkatkan ketika kebakaran berkembang dan membutuhkan dukungan tambahan.
Demikian 5 negara di dunia yang memiliki sistem pemadaman api terstruktur. Pengalaman lima negara tersebut menunjukkan bahwa kekuatan sistem pemadam kebakaran hutan tidak hanya ditentukan oleh jumlah petugas atau armada yang tersedia.
Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana informasi dikumpulkan, tingkat ancaman ditentukan, lalu sumber daya digerakkan ke lokasi yang membutuhkan.
Australia, Amerika Serikat, Kanada, Portugal, dan Spanyol memiliki pendekatan masing-masing. Namun, koordinasi lintas lembaga, kesiapan personel, dukungan udara, pemantauan, serta kemampuan mengerahkan sumber daya secara cepat menjadi bagian penting dari sistem penanganan kebakaran hutan. Semoga informasi ini menambah wawasan Sobat JatimTIMES ya.
