Pemkot Surabaya Tingkatkan Penerangan hingga Toilet Taman Jadi Perhatian
Reporter
M. Bahrul Marzuki
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
11 - Sep - 2026, 01:50
JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus meningkatkan kualitas ruang terbuka publik dengan menambah dan memperbaiki berbagai fasilitas di sejumlah taman kota. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan taman dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang bermain, berolahraga, berkumpul, hingga beraktivitas sosial dengan nyaman.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mengevaluasi progres penambahan dan perbaikan fasilitas taman. Sejumlah fasilitas yang masih membutuhkan pembenahan ditangani secara bertahap. "Sejumlah kekurangan, seperti lampu taman, tanaman yang layu, area bermain anak, kebersihan kamar mandi, hingga tempat sampah, terus dibenahi secara bertahap," ujar Wali Kota Eri, Jumat (11/9/2026).
Baca Juga : Sikap PKS DPRD Jatim Soal Raperda Transportasi Online: Jangan Tunda Regulasi Perlindungan Driver
Wali Kota Eri menjelaskan bahwa pembenahan fasilitas tersebut diarahkan untuk menjadikan taman sebagai ruang publik yang nyaman dan dapat dimanfaatkan berbagai kelompok masyarakat. Ia juga berharap keberadaan fasilitas yang semakin baik membuat orang tua lebih leluasa mengajak anak bermain di taman.
"Memang masih ada beberapa fasilitas yang perlu diperbaiki. Intinya, Pemkot Surabaya ingin taman-taman ini menjadi ruang publik yang nyaman, sehingga orang tua dapat mengajak anak-anak bermain, sementara anak-anak muda bisa berkumpul dan berdiskusi bersama," tuturnya.
Selain melakukan pembenahan, Wali Kota Eri turut mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga fasilitas dan kebersihan taman. Menurutnya, keberlanjutan ruang terbuka publik membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat. "Saya juga meminta tolong kepada warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan taman," pesannya.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Surabaya M Fikser mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah taman, termasuk Taman Prestasi, Taman Apsari, dan Taman Bungkul.
"Minggu lalu kita ke tiga taman, Taman Prestasi, Taman Apsari dan Taman Bungkul. Ada banyak taman yang belum selesai karena ada pekerjaan jogging track, tapi kemudian kami cek terima kasih buat teman-teman Satgas Taman. Itu taman-tamannya sudah pada selesai semua," ujar Fikser.
Fikser menjelaskan, secara keseluruhan pekerjaan di sejumlah taman tersebut telah rampung. Namun, beberapa fasilitas yang baru ditanam atau dipasang masih membutuhkan waktu agar dapat berfungsi secara optimal. "Karena memang baru ditanam, jadi memang memang perlu proses. Tapi secara keseluruhan sudah (selesai)," kata dia.
Pengecekan juga dilakukan terhadap fasilitas permainan anak. Fikser menuturkan bahwa pihaknya masih menemukan sejumlah bagian yang dalam proses penyelesaian, terutama berkaitan dengan desain lantai. "Kita juga cek beberapa mainan. Memang ada yang masih dipasang DKRTH Line karena ada desain lantainya yang belum sesuai warna," imbuhnya.
Evaluasi fasilitas taman juga dilakukan dengan mendengar langsung masukan dari masyarakat yang menggunakan ruang terbuka publik tersebut. Di Taman Prestasi, misalnya, warga mengusulkan penambahan penerangan di area permainan anak agar aktivitas anak dapat lebih mudah dipantau orang tua.
"Kita sempat diskusi dengan mereka, anak-anak, warga, ibu-ibu. Mereka ada masukan yang bagus itu kalau yang di Taman Prestasi kan tempat mainan itu perlu penerangan, sehingga orang tua bisa memantaunya lebih jelas," ungkapnya.
Di Taman Apsari, Fikser menyebut, kondisi kebersihan mulai membaik. Berdasarkan komunikasi dengan para pengunjung, taman tersebut juga dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan sosial hingga olahraga. "Kami juga diskusi dengan warga di sana, ternyata warga di sana sering pakai untuk arisan dan anak-anak muda beraktivitas olahraga," terangnya.
Baca Juga : RAPBD Jatim 2027 Diproyeksi Rp27,4 Triliun: Pendidikan dan Kesehatan Dapat Porsi Terbesar
Kebutuhan fasilitas pendukung di Taman Apsari juga menjadi perhatian. Menurut Fikser, warga menanyakan keberadaan toilet sekaligus mengusulkan penambahan tempat duduk untuk menunjang aktivitas di taman. "Mereka (warga) happy (senang), mereka juga menanyakan apa ada toilet. Kami akan bangun toilet di sana untuk pengunjung di sana. Tapi mereka minta tambah untuk ada beberapa kursi duduk buat mereka," kata dia.
Sementara itu, pengecekan di Taman Bungkul turut menyasar fasilitas kamar mandi yang sebelumnya menjadi salah satu perhatian. Fikser mengatakan aspek kebersihan fasilitas tersebut masih terus diperbaiki. "Taman Bungkul kita lihat (cek) di kamar mandi ya. Kemarin itu menjadi titik beratnya di kamar mandi," kata dia.
Adapun Taman Ekspresi mendapat perhatian setelah adanya laporan masyarakat melalui hotline Wali Kota Surabaya. Laporan tersebut berkaitan dengan kabel fiber optik yang menjuntai ke bawah hingga berpotensi mengganggu aktivitas warga.
"Di Taman Ekspresi ada laporan yang memang masuk ke hotline-nya Pak Wali Kota terkait dengan kabel fiber optik yang menjulang ke bawah. Jadi mengganggu aktivitas warga karena berbahaya sampai ke areal bermain," kata Fikser.
Fikser menegaskan, Pemkot Surabaya telah menyediakan ruang terbuka, taman, serta fasilitas permainan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, ia mengajak warga bersama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan seluruh taman. "Buat warga Surabaya, pemerintah kota sudah menyiapkan ruang terbuka, tempat permainan, taman yang bagus buat warga kota. Ayo kita jaga sama-sama kebersihan," ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak merokok di area taman, terutama karena fasilitas tersebut banyak digunakan anak-anak. "Ayo mari kita jaga seluruh taman Surabaya. Kalau taman bersih, kita bisa menikmati bersama-sama dengan baik," pesannya.
Menurut Fikser, kolaborasi antara Pemkot Surabaya dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ruang terbuka publik di Kota Pahlawan. "Kita jaga kota ini dengan semangat dan hati kita bersama-sama. Matur nuwun (terima kasih) untuk warga Surabaya," pungkasnya.
