19.602 Keluarga Terima Bantuan Pangan, Wali Kota Blitar: Setelah Pangan, Pendidikan Harus Tuntas
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Dede Nana
18 - Aug - 2026, 01:18
JATIMTIMES – Sebanyak 19.602 keluarga penerima bantuan pangan (PBP) di Kota Blitar mendapat bantuan beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap keluarga menerima 30 kilogram beras yang disalurkan sekaligus untuk tiga bulan. Total beras yang digelontorkan mencapai 588.060 kilogram atau lebih dari 588 ton.
Penyaluran berlangsung bertahap pada 18–20 Agustus 2026 di tiga kecamatan. Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin mengawali monitoring penyaluran di Kecamatan Sukorejo, Selasa (18/8/2026). Penyerahan secara simbolis dilakukan di Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tanjungsari.
Baca Juga : Viral Komika Malang Dewangga Kaget Dapat Desil 10, Ngaku Cuma Berpenghasilan Rp 1,5 Juta
Mas Ibin mengapresiasi pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang terus memperkuat perlindungan masyarakat melalui bantuan pangan. Program yang disalurkan melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu menyasar masyarakat pada kelompok desil empat ke bawah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, Pak Presiden Prabowo, karena memperhatikan masyarakat dengan mengirimkan bantuan beras melalui Bapanas. Kota Blitar mendapatkan sekitar 19 ribu penerima. Bantuan ini menyisir masyarakat desil empat ke bawah dan ini sangat penting,” kata Mas Ibin.
Pada hari pertama, sebanyak 7.372 PBP di Kecamatan Sukorejo menerima 221.160 kilogram beras. Penyaluran menjangkau tujuh kelurahan, yakni Blitar, Karangsari, Pakunden, Sukorejo, Tanjungsari, Tlumpu, dan Turi.
Penyaluran dilanjutkan pada 19 Agustus di Kecamatan Sananwetan untuk 6.470 PBP dengan total 194.100 kilogram beras. Sehari berikutnya, giliran 5.760 PBP di Kecamatan Kepanjenkidul menerima 172.800 kilogram beras. Dengan demikian, total penyaluran di tiga kecamatan mencapai 19.602 PBP dengan volume 588.060 kilogram.
Perlindungan Pangan Berjalan, Pendidikan Diperkuat

Mas Ibin mengatakan bantuan pangan pemerintah pusat melengkapi jaring pengaman sosial yang telah berjalan di Kota Blitar. Masyarakat juga dijangkau melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga program beras kesejahteraan daerah atau Rastrada dari Pemkot Blitar.
Menurut dia, cakupan 19 ribu lebih penerima menunjukkan luasnya intervensi pemerintah untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat. Jumlah itu mendekati separuh dari keseluruhan keluarga di Kota Blitar.
“Ini menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar peduli. Yang perlu dibantu, ya, harus dibantu pemerintah. Saya kira ini sangat progresif untuk kesejahteraan masyarakat Kota Blitar,” ujarnya.
Namun, Mas Ibin menegaskan strategi pengentasan kemiskinan tidak boleh berhenti pada pemenuhan kebutuhan pangan. Pendidikan harus menjadi jalan berikutnya untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dalam jangka panjang.
Ia mendorong anak-anak Kota Blitar memperoleh pendidikan berkualitas hingga tuntas, bahkan sampai perguruan tinggi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dari strategi pembangunan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Kita tidak hanya makan, tetapi pendidikan juga harus diisi. Generasi muda Kota Blitar harus mendapatkan pendidikan yang cukup, belajar berkualitas sampai tuntas, kalau bisa sampai S1. Setelah makan kenyang, jangan lupa putra-putrinya dididik dengan pendidikan yang cukup untuk bekal di kemudian hari,” kata Mas Ibin.
Dengan kualitas pendidikan yang semakin baik, ia optimistis kapasitas sumber daya manusia ikut meningkat dan pada akhirnya mendorong kesejahteraan keluarga.
Mas Ibin juga berpesan agar beras bantuan benar-benar dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga penerima dan tidak diperjualbelikan. “Karena ini bantuan, kalau bisa jangan dijual. Gunakan untuk konsumsi masyarakat yang mendapatkan bantuan,” ujarnya.
KKMP Diperkuat sebagai Simpul Pelayanan

Penyaluran bantuan pangan turut melibatkan Koperasi Kelurahan Merah Putih. Mas Ibin mengatakan Pemkot Blitar berkomitmen menyukseskan program strategis nasional tersebut dengan memberikan ruang bagi KKMP untuk mengambil peran langsung dalam pelayanan kepada masyarakat.
Pola serupa sebelumnya telah diterapkan Pemkot Blitar dalam penyaluran Rastrada. Menurut Mas Ibin, keterlibatan koperasi membuat keberadaan KKMP semakin dekat dengan kebutuhan warga.
“Pemerintah memang memprioritaskan KKMP, salah satunya sebagai akses masyarakat mendapatkan bantuan. Rastrada Pemkot Blitar juga sudah disalurkan melalui KKMP. Kita harus menyukseskan program strategis nasional, termasuk Koperasi Kelurahan Merah Putih,” katanya.
Baca Juga : Lantik Enam Kepala OPD, Wali Kota Mas Ibin Perkuat Birokrasi dan Pelayanan Kota Blitar
Pimpinan Bulog Kantor Cabang Tulungagung Yonas Haryadi Kurniawan menjelaskan, distribusi bantuan dilakukan bertahap menyesuaikan kesiapan masing-masing kelurahan. Pada hari pertama, penyaluran difokuskan di Kecamatan Sukorejo dengan penyerahan simbolis di Tanjungsari.
“Ini alokasi Juli, Agustus, dan September, jadi langsung disalurkan tiga bulan sekaligus. Masing-masing PBP mendapatkan 30 kilogram beras,” kata Yonas.
Yonas memastikan ketersediaan beras dalam kondisi aman. Ketahanan stok Bulog KC Tulungagung, yang wilayah kerjanya meliputi Blitar Raya, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Trenggalek, diperkirakan mencapai 20 bulan dengan asumsi bantuan pangan disalurkan setiap bulan.
“Stok beras kita mencukupi, jadi tidak perlu ada kekhawatiran. Penyerapan kita juga sudah 100 persen. Untuk Cabang Tulungagung sudah sekitar 66 ribu ton setara beras,” ujarnya.
Meski target penyerapan telah terpenuhi, Bulog tetap membuka penyerapan jika terdapat potensi produksi di daerah. Stok yang kuat sekaligus memastikan distribusi bantuan pangan bagi masyarakat tetap terjaga.
“Kalau masih ada potensi untuk serapan, kami akan tetap melaksanakan penyerapan. Yang jelas, stok beras kita mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkas Yonas.
