Hari Kedua Angkutan Lebaran 2026 Mulai Ramai, 5.310 Penumpang Gunakan Kereta Api di Malang Raya

12 - Mar - 2026, 02:08

Suasana di dalam kereta api Stasiun Malang. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Mobilitas masyarakat menjelang Lebaran 2026 terus meningkat. Pada hari kedua masa Angkutan Lebaran, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya memproyeksikan melayani sekitar 5.310 penumpang di wilayah Malang Raya, berangkat maupun tiba di sejumlah stasiun, Kamis (12/3/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.285 penumpang tercatat berangkat dari stasiun-stasiun di Malang Raya, sementara 2.025 penumpang lainnya tiba di wilayah tersebut. Angka ini diperkirakan masih akan bertambah hingga keberangkatan kereta api terakhir pada malam hari.

Baca Juga : Panduan Lengkap Salat Idulfitri 2026: Niat, Bacaan, Tata Cara hingga Doa

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan masa angkutan Lebaran KAI 2026 ditetapkan mulai 11 Maret hingga 1 April 2026, totalnya selama 22 hari. Sejak dimulainya masa angkutan Lebaran, tren perjalanan masyarakat dengan kereta api mulai menunjukkan peningkatan secara bertahap.

“Pada hari kedua masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya melayani sekitar 5.310 pelanggan di wilayah Malang Raya. Jumlah ini masih bersifat dinamis dan kemungkinan terus bertambah hingga malam hari seiring masih berlangsungnya perjalanan kereta api,” kata Mahendro.

Berdasarkan data hingga 12 Maret 2026, penjualan tiket kereta api jarak jauh dari wilayah Malang telah mencapai 61.254 tiket atau sekitar 45 persen dari total kapasitas 136.045 tempat duduk yang disediakan untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026.

Stasiun Malang menjadi titik keberangkatan dengan jumlah pemesanan tertinggi, yakni 51.059 tiket. Disusul Stasiun Kepanjen dengan 4.608 tiket, Stasiun Malang Kota Lama 3.545 tiket, serta Stasiun Lawang dan Stasiun Sumberpucung yang secara total mencatat 2.042 tiket.

Sementara itu mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama musim mudik, pemerintah juga memberikan diskon tiket sebesar 30 persen untuk kereta api kelas ekonomi komersial pada periode 14 hingga 29 Maret 2026.

Di wilayah Malang Raya sendiri tersedia 46.848 tiket diskon, dan hingga saat ini sebanyak 31.663 tiket atau sekitar 67 persen telah terjual kepada masyarakat.

“Program diskon ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh tiket kereta api dengan harga yang lebih ekonomis, sekaligus tetap menikmati layanan transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” terang Mahendro.

Baca Juga : Lebaran Enaknya Liburan ke Mana? Ini Rekomendasi Destinasi Wisata yang Bisa Dikunjungi

Sementara itu, berdasarkan data sementara KAI, periode 17 hingga 19 Maret 2026 diprediksi akan menjadi puncak arus mudik di wilayah Daop 8 Surabaya, termasuk Malang Raya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, Stasiun Malang mengoperasikan 13 perjalanan kereta api jarak jauh setiap hari, yang terdiri dari 11 perjalanan kereta reguler dan dua perjalanan kereta tambahan.

Selain memastikan kesiapan operasional perjalanan, KAI Daop 8 Surabaya juga memperketat pengawasan di sejumlah titik jalur rel yang masuk kategori Daerah Perhatian Khusus (Dapsus) di lintas Malang hingga Wlingi. Tiga titik yang menjadi fokus pemantauan berada di jalur Blimbing-Malang yang rawan banjir, serta jalur Kepanjen-Ngebrug dan Pohgajih Kesamben yang berpotensi rawan longsor.

Di lokasi tersebut, KAI menempatkan personel siaga serta menyiapkan berbagai peralatan pendukung guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran.

Selain itu, KAI juga menyiagakan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) yang ditempatkan di beberapa titik strategis di wilayah Malang Raya, seperti di emplasemen Stasiun Wlingi, Kantor Resor Lawang, Kantor Resor Malang, dan Kantor Resor Wlingi. pcLangkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan pada prasarana kereta api di lapangan.