Bangun Jembatan di Jalan Nasional, Mulai Besok Jalur Jember-Surabaya Sistem Buka Tutup

Reporter

Moh. Ali Makrus

Editor

Yunan Helmy

17 - Jul - 2018, 08:49

Petugas Satlantas Polres Jember saat mengatur sistem buka tutup di depan Balai Desa Tisnogambar, Bangsalsari, Jember. (foto :istimewa / Jatim TIMES)

Pembangunan jembatan di jalan nasional yang menghubungkan Jember-Surabaya, tepatnya di Dusun Jetis! Desa Tisnogambar, Bangsalsari, Jember, yang akan dimulai Rabu (18/7/2018) akan memengaruhi jalur pengendara dari Surabaya yang hendak ke Jember dan sebaliknya.

Bahkan akhir pekan lalu, saat mencoba memberlakukan sistem buka tutup, kemacetan di jalan nasional tersebut mencapai 3 km di sisi barat dan 2 km di sisi timur. Nah, untuk mengantisipasi kemacetan serupa terjadi, Satlantas Polres Jember melakukan sosialisasi,

“Mulai besok pembangunan jembatan di depan Balai Desa Tisnogambar akan dimulai. Saya mengimbau kepada pengendara dari Jember menuju Surabaya atau sebaliknya untuk mencari jalur alternatif agar tidak terganggu perjalanannya,” ujar Kanit Dikyasa Satlantas Polres Jember Ipda Agus Yudi Kurniawan.

Agus menjelaskan, pengendara dari arah Surabaya menuju Jember, khususnya kendaraan roda 4, dari traffic light lapangan Bangsalsari bisa belok ke kanan lewat Sukorejo.bkemudian dari perempatan Sukorejo, belok ke kiri sampai pertigaan dam Curah Malang Rowotamtu. Dilanjutkan belok ke kiri menuju pertigaan Kaliputih Rambipuji.

Sementara, dari arah Jember, kanit dikyasa mengimbau pengendara roda 4 untuk belok ke kiri dari pertigaan traffic light Kaliputih Rambipuji, kemudian belok kanan di pertigaan Dam Rowotamtu untuk selanjutnya sampai Sukorejo belok kanan menuju Bangsalsari.

Namun untuk kendaraan besar seperti truk dan bus atau roda 4 lebih, polisi mengimbau mencari jalur alternatif dari Pondok Dalem tembus Kencong kemudian Balung dan Rambipuji. Hal ini mengingat jalur alternatif di Bangsalsari hanyak untuk kendaraan kecil, di samping tikungan pada perempatan Sukorejo Bangsalsari yang tidak memungkinkan kendaraan besar untuk berbelok.

“Kalau kendaraan besar lebih baik mencari jalur alternatif sejak di tikungan Pondok Dalem ke selatan lewat Kencong. Kalau lewat Sukorejo, justru akan membuat kemacetan di jalur alternatif tersebut, mengingat jalur alternatif hanya lebar tidak lebih dari 4 meter,” pungkas Agus (*)