MALANGTIMES - Mendekati akhir tahun 2017, intensitas hujan di Kota Malang semakin tinggi. Tingginya curah hujan itu juga semakin menambah panjang daftar bencana yang terjadi di beberapa titik di Kota Malang.
Terakumulasi, mulai awal Januari 2017 sampai dengan 16 Desember 2017, tercatat 171 bencana menyerbu lima kecamatan di Kota Malang. Ke-171 kejadian tersebut meliputi enam jenis bencana. Yakni tanah longsor sebanyak 46 kejadian, angin kencang 28 kejadian, banjir 18 kejadian, kebakaran 36 kejadian, gempa bumi 5 kejadian, dan lain-lain seperti pohon tumbang 42 kejadian.
Baca Juga : Quraish Shihab Tegaskan Wabah Covid-19 Bukan Azab Allah
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang J. Hartono mengungkapkan, pihaknya tidak bisa memastikan secara pasti jumlah kerugian yang diakibatkan bencana selama setahun tersebut. "Namun dipastikan nilai kerugian akibat bencana tersebut mencapai ratusan juta rupiah, " ungkapnya, Minggu (17/12/2017).
Ke-171 bencana tersebut tersebar di semua kecamatan. Klojen menjadi kecamatan terbanyak yang mengalami bencana dengan 42 kejadian. Disusul Blimbing sebanyak 38 bencana, Kecamatan Kedungkandang 35 bencana, lalu Kecamatan Sukun 30 bencana, dan Kecamatan Lowokwaru sebanyak 26 bencana.
Saat ini BPBD masih terus mewaspadai potensi bencana yang masih mungkin terjadi di semua kecamatan. Pasalnya, sampai saat ini curah hujan di Kota Malang masih cukup tinggi.
"Seperti kemarin (16/12/2017) banjir dan juga longsor terjadi di beberapa titik. Maka dari itu, kami maish terus waspada. Masyarakat juga kami harapkan berhati-hati pada potensi bencana," ucap Hartono.
Baca Juga : Lari seperti Kesurupan, Pendaki Hilang di Gunung Buthak Panderman Batu
Tahun depan, Hartono berharap BPBD Kota Malang bisa mendapatkan tambahan peralatan dalam penanganan bencana. Misalnya alat transportasi dan alat pendeteksi longsor atau banjir. (*)
