MALANGTIMES - Aksi demo yang berlangsung di depan gedung DPRD Kota Malang pada Selasa (24/9) lalu diwarnai kericuhan. Para rektor perguruan tinggi se-Kota Malang bakal dijadwalkan bertemu dengan Forkopimda Kota Malang. Rencananya, pertemuan itu akan dilangsungkan besok Jumat (27/9).
Baca Juga : Musim Melaut, Para Nelayan yang Berlabuh di Kabupaten Malang Bakal Disemprot Antiseptik
Nantinya pertemuan itu akan melibatkan wali kota Malang, kapolres Malang Kota, dan dandim Kota Malang dalam Forum Rektor. “Ini sebagai bentuk seperti apa peran kampus dalam aksi belakangan yang masih bisa terjadi ke depannya. Artinya kami menginginkan ini tanggung jawab bersama, harus ada sinergi. Sehingga memudahkan kami jika terjadi anarkis. Atau kalau rektornya yang berbicara, mereka akan menuruti dan mereka akan mundur," ujar Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian DK di kantor DPRD Kota Malang, Kamis (26/9).
Pertenuan itu penting mengingat kejadian ricuh beberapa hari lalu tersebut harus membuat aparat penegak hukum melakukan tindakan represif. Karena itu, pertemuan dengan Forum Rektor ini digelar sebagai bentuk jaminan akan keamanan baik terhadap mahasiswa maupun aparat penegak hukum yang bertugas.
"Kami sudah berusaha agar Kepolisian dan TNI tidak represif. Yang kemarin itu kan sangat terpaksa dilakukan. Aparat penegak hukum harus menyemprotkan water canon untuk mengusir mereka. Padahal, sebelumnya kami sudah menerima dan melakukan mediasi,” imbuh Made Rian.
Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB
Sementara itu, Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander mengatakan, komunikasi dengan pihak kampus akan lebih dikuatkan kembali usai kejadian tersebut. Melalui pertemuan nanti, juga akan dibahas salah satunya usulan pembentukan ruang dialog bersama.
"Sehingga ada beberapa sistem atau metode yang nanti akan disampaikan dan didiskusikan bersama melalui pertemuan itu, bersama juga dengan DPRD dan Wali Kota Malang. Apakah nanti melalui kegiatan seminar, apakah nanti pembahasan ada rancangan UU mana yang akan direvisi itu dan dikritisi agar penyampaian apresiasi lebih kondusif," ungkapnya.
