JATIMTIMES - Beredar informasi bahwa mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang menjadi panitia dan volunteer konser bertajuk Festival Cakrawala (Feskala) tidak diluluskan. Namun, pihak Universitas Negeri Malang (UM) menepis kabar tersebut.
Kasubdit Kesejahteraan Kewirausahaan Karir dan Alumni Universitas Negeri Malang (UM) Subur Hariono mengatakan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar. UM tetap akan meluluskan mahasiswanya sesuai dengan prosedur yang berlaku, termasuk mahasiswa-mahasiswa yang terlibat menjadi panitia Feskala.
“Tidak, itu tidak benar. Hanya wacana yang dicetuskan panitia. Kami tetap meluluskan sesuai prosedur yang berlaku,” terang Subur.
Subur menjelaskan bahwa sebenarnya seluruh pihak telah melakukan pembayaran mencapai 50 persen dari total utang dalam kasus batalnya konser Feskala. “Sebagian utang sudah dibayar sehingga tersisa Rp 50 juta,” ujar Subur.
Sebelumnya, telah ada beberapa pihak yang sebenarnya menyarankan agar kegiatan konser tersebut tak digelar. Sebab, mereka khawatir kegiatan akan berujung merugi jika terus dilanjutkan.
Dan benar saja. Ketika masalah batalnya konser itu viral di media sosial, pihak UM pun harus turun tangan untuk membantu mahasiswanya. Termasuk membayar sebagian tagihan.
“Ada tagihan vendor ke UM, padahal yang mengadakan bukan pihak UM, melainkan mahasiswa UM. Kemudian ada tagihan pajak dari pemkot Rp 14 juta. Akhirnya kami bayar dengan total Rp 75 juta,” ujar Subur.
Subur mengatakan, pada kasus ini sudah dilaksanakan mediasi antara orang tua dari ketua pelaksana, panitia, dan vendor. Hasilnya yakni menemui titik temu.
“Pertemuan pertama bulan Januari ada wacana patungan. Kemudian Rabu (8/2/2023) lalu, diadakan pertemuan dengan semua pihak dan kami mendapat titik temu,” ucap Subur.
Sementara itu, pihak vendor, Ilham Roziqoni, membenarkan bahwa mediasi memang telah dilakukan. Namun, pihaknya enggan membeberkan secara detail.
“Saya tidak bisa menjelaskan secara detail. Namun pada intinya semua sudah clear dan keputusan bersama sudah disepakati,” ucap Ilham.
Disinggung terkait masalah yang dialami, Ilham mengaku masih bingung. Sebab, ia masih menyebut masih ada kemungkinan untuk melanjutkan ke kasus hukum atau tidak. “Iya ada kemungkinan kami akan melaporkan, tapi bisa juga tidak jadi,” pungkasnya.
