Malangtimes

Tahun 2023, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Targetkan Nol Kasus Pernikahan Dini

Jan 08, 2023 12:14
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Penny Indriani saat ditemui di Balai Kota Malang, Senin (2/1/2023). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Penny Indriani saat ditemui di Balai Kota Malang, Senin (2/1/2023). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pada tahun 2023 ini Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang targetkan dapat menekan angka kasus pernikahan di bawah umur sampai nol kasus. 

"Iya maunya saya nol (kasus pernikahan dini atau di bawah umur di tahun 2023)," ungkap Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Penny Indriani kepada JatimTIMES.com. 

Terlebih lagi, berdasarkan lampiran data yang tertera di website ptspmalangkota.kemenag.go.id/temanmu , angka pernikahan di bawah umur dari tahun 2021 hingga 2022 menunjukkan penurunan. 

Pada tahun 2021, laporan pernikahan yang tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) pada lima kecamatan di Kota Malang sebanyak 4.791 data pernikahan. Untuk wilayah Kecamatan Klojen 512 data pernikahan; Kecamatan Blimbing 925 data pernikahan; Kecamatan Kedungkandang 1.310 data pernikahan; Kecamatan Lowokwaru 905 data pernikahan; serta Kecamatan Sukun 1.139 data pernikahan. 

Dari data pernikahan secara keseluruhan di tahun 2021 tersebut, sebanyak 178 data pernikahan masuk dalam kategori pernikahan di bawah umur. Di mana untuk suami berjumlah 42 orang dan istri berjumlah 136 orang. 

Kemudian, memasuki tahun 2022 jumlah data pernikahan di Kota Malang bertambah, yakni menjadi 4.923 data pernikahan di lima kecamatan. Untuk Kecamatan Klojen 580 data pernikahan; Kecamatan Blimbing 1.133 data pernikahan; Kecamatan Kedungkandang 1.226 data pernikahan, Kecamatan Lowokwaru 947 data pernikahan, serta Kecamatan Sukun 1.037 data pernikahan. 

Meskipun jumlah data pernikahan secara keseluruhan meningkat, untuk jumlah pernikahan di bawah umur menurun dari tahun 2021 hingga 2022. Total jumlah pernikahan di bawah umur tahun 2022 sebanyak 132 data pernikahan. Terdiri dari suami 25 orang dan istri 107 orang. 

Penny pun menjelaskan, pernikahan di bawah umur pada tahun 2021 jumlahnya banyak. Hal itu disebabkan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang menurun di tengah pandemi Covid-19. 

"Kalau 2020-2021 dulu kan karena Covid-19, banyak nganggur akhirnya dinikahkan anaknya, yang memengaruhi ekonomi. Selain ekonomi ya anaknya nakal atau MBA (Married By Accident), persentase lebih banyak pengaruh ekonomi," jelas Penny. 

Lebih lanjut, untuk menekan angka pernikahan di bawah umur di Kota Malang, pada tahun 2023 ini pihaknya terus mengoptimalkan peran dari Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). 

Di mana nantinya para petugas PLKB akan terjun ke wilayah kelurahan dengan melakukan sosialisasi pendewasaan usia perkawinan. Pasalnya pada tahun 2021 hingga 2022, peranan PLKB juga sudah efektif menekan angka pernikahan di bawah umur. 

"Kita juga bekerja sama dengan Kemenag supaya mungkin bisa dicegah dulu (pasangan di bawah umur yang akan menikah) atau seperti apa. Kita juga menuju Kota Layak Anak itu pernikahan dini harus dikit dan menurun," tegas Penny. 

Sementara itu, pernikahan di bawah umur menurut Penny juga dapat berpotensi menghasilkan bayi yang stunting atau gagal tumbuh. Pasalnya, pasangan yang masih di bawah umur secara fisik masih belum siap. 

"Kalau nikahnya dini mungkin di usia 17 sangat berpengaruh ke stunting, bisa 20 persen. Karena belum memahami bagaimana merawat bayi, lalu di kehamilan apa gizi yang harus dikonsumsi, itu bisa ke arah stunting," pungkas Penny. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru