JATIMTIMES - Khusus Anda masyarakat dengan ekonomi tergolong mampu, siap-siap tahun 2023 mendatang tarif KRL commuter line bakal naik. Aturan itu diberlakukan agar subsidi untuk tarif KRL dapat tepat sasaran.
Selama ini tarif penumpang KRL masih disubsidi oleh pemerintah. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter mencatat, pada 2021 realisasi subsidi tarif pengguna KRL dalam bentuk public service obligation (PSO) mencapai Rp 2,14 triliun.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, tarif KRL jika tidak bersubsidi sebesar Rp 10 ribu. Namun selama ini seluruh masyarakat bisa menikmati tarif bersubsidi.
Karena itu, agar subsidi tepat sasaran, maka diperlukan skema yang tepat. Salah satu caranya, akan memberlakukan kartu baru yang diterbitkan untuk membedakan profil penumpang KRL.
“Kalau semua subsidi akhirnya didapat kepada masyarakat yang membutuhkan, contoh di Jakarta kita gunakan KRL hanya (sekitar) Rp 4 ribu. Itu cost-nya mungkin Rp 10-15 ribu yang sebenarnya,” ungkap Budi Karya.
Hanya, Budi belum merinci berapa tarif KRL untuk masyarakat menengah atas. Namun pemerintah menentukan masyarakat golongan mampu dan mana yang perlu disubsidi.
“Kita akan pilah-pilah mereka yang berhak dapat subsidi dan mereka yang tak berhak. Maka harus buat kartu. Kalau itu berhasil, maka subsidi bisa diberikan ke sektor lain,” tambah Budi.
Sementara itu, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal menjelaskan, pihaknya masih menimbang-nimbang data apa yang akan menjadi dasar pembeda antarpenumpang. Bisa jadi menggunakan data Kementerian Dalam Negeri ataupun Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.
“Kita harapkan nggak ribet deh, percaya data kita. (Pakai DTKS?) Bisa jadi, pokoknya data yang terbaik yang mana kita pakai,” terang Risal Wasal.
