JATIMTIMES - Dunia pendidikan terus berkembang seiring modernisasi yang terus berkembang pada berbagai aspek. Untuk itu, guru pun dituntut mampu untuk adaptif dan responsif menyesuaikan dengan kebutuhan zaman. Terlebih, pada era Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Melihat tantangan ke depan yang kian berat, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) terus berupaya dalam meningkatkan kompetensi para mahasiswanya, khususnya pad Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
"Disrupsi teknologi telah mengubah tatanan kehidupan dan dunia kerja. Dunia kerja menuntut anak-anak untuk menguasai keterampilan yang tidak bisa digantikan oleh teknologi," terang Dr Itje Chodidjah MA, selaku Teacher Educator dalam sesi materi Kuliah Umum PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2022 Unikama beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut dalam paparan materinya, pihaknya menjelaskan mengenai Urgensi Transformasi Pendidikan Profesi Guru. Pihaknya juga meminta agar seluruh peserta dapat merefleksikan diri sebagai guru.
Dalam transformasi, kunci utama yang harus dipegang ditegaskan Itje adalah refleksi. Guru memiliki tanggungjawab yang berat. Sebab, bukan hanya mengajar untuk siap lulus saja, melainkan untuk siap menjalani kehidupan diluar kampus.
"Oleh karena itu untuk peserta PPG yang akan menjadi guru profesional ini tidak hanya dididik untuk siap lulus, tetapi untuk menyiapkan diri mendidik manusia," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga menekankan dalam PPG terkait penanaman perilaku dan juga deep learning. Sebab, saat ini telah masuk generasi Z yang umumnya mahasiswa dan Generasi Alpha yang merupakan anak sekolah. Sehingga, saat ini dituntut oleh zaman untuk belajar berfikir secara mendalam yang akan mendukung pembelajaran mereka
Lebih lanjut, pendidikan pada era ini harus mengarahkan anak-anak siap menghadapi perubahan yang akan cepat dan penuh ketidakpastian. Selain itu, pendidikan di era ini harus siap melatih anak-anak siap menghadapi keberagaman.

"Pendidikan di era ini harus memampukan anak untuk menyampaikan informasi dan berkomunikasi yang efektif. Mendorong mereka memiliki kemauan untuk berkolaborasi dengan orang lain," paparnya.
Selain materi tersebut, pihaknya juga membeberkan sesuatu yang esensial bagi pengembangan individu untuk siap menghadapi tantangan global di zaman yang berbagai hal saling terhubung. Diantaranya adalah Critical Thinking and Problem Solving, Creativity and imagination, citizenship, communication and collaboration, digital literacy, dan leadership and personal development.
