Malangtimes

Industri Kreatif Arsitektur di Kota Malang Potensial dan Terus Berkembang

Nov 27, 2022 20:34
Tampak bangunan megah Gedung Malang Creative Center (MCC) yang merupakan hasil desain dari arsitek Kota Malang Haris Wibisono. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Tampak bangunan megah Gedung Malang Creative Center (MCC) yang merupakan hasil desain dari arsitek Kota Malang Haris Wibisono. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Industri arsitektur merupakan salah satu bagian dari 17 sub-sektor ekonomi kreatif yang terus berkembang dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sehingga menghasilkan karya-karya yang menakjubkan.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, kolaborasi yang dilakukan oleh Pemkot Malang dengan para arsitek terus berjalan dana terjalin dengan baik. Setidaknya, dari hasil kolaborasi yang dilakukan, Kota Malang menjadi salah satu daerah yang memiliki dokumen perencanaan tata kelola kota yang bagus.

"Malang itu luar biasa, apalagi arsitekturnya selama ini kolaborasi sangat indah. Dua dari 500-an daerah Kota atau Kabupaten di Indonesia, hanya dua yang mempunyai dokumen perencanaan tata kelola yang bagus dan salah satunya itu ya Kota Malang," ungkap Sutiaji kepada JatimTIMES.com.

Sementara itu, salah satu arsitektur asal Kota Malang yang telah mendesain berbagai bangunan di Kota Malang maupun daerah-daerah lainnya,, yakni Haris Wibisono (43) menjelaskan sekilas mengenai arsitektur dan arsitek secara umum.

Bahwa yang dimaksud arsitektur yakni ilmu yang mempelajari tentang perencanaan dan rancangan suatu bangunan atau kawasan. Sedangkan arsitek merupakan orang yang mempelajari ilmu arsitektur dan berprofesi sebagai perancang desain bangunan.

Pria yang akrab disapa Nino ini menjelaskan, dalam membuat sebuah bangunan harus melalui empat tahapan. Empat tahapan ini yang selalu ditekankan oleh Nino yang harapannya dapat diterapkan oleh seluruh stakeholder, utamanya jajaran Pemkot Malang.

"Ada tiga tahapan penting di bidang arsitektur melalui industri kreatif, yakni tahap konsep, tahap pra rancangan atau skematik desain dan desain devolepment, baru tahap keempat detail engineering gesign (DED)," ungkap Nino kepada JatimTIMES.com.

Kantor the oz.

Tapi menurut Nino, kerap kali banyak pihak yang tidak melalui tiga tahapan penting dam membangun suatu bangunan. Padahal tahap satu sampai tiga merupakan unsur yang paling penting dalam sebuah pembangunan. Setelah semuanya matang, baru lanjut ke tahap keempat, yakni proses DED atau gambaran final sebelum dilakukannya pembangunan.

Nino mengatakan, sejak lama arsitektur dilihat dari sudut pandang industri konstruksi. Namun, setelah adanya perluasan keilmuan, arsitektur juga masuk dalam kategori industri kreatif. "Jadi, kreatif dilihat dari desain grafis dan desain produk atau advertising, itu lah masuk ke tiga tahapan tadi," ujar Nino.

Pria yang pernah menjabat sebagai jetua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kota Malang periode 2009-2016 ini menegaskan bahwa tiga tahapan awal merupakan bagian penting proses arsitektur.

Ia pun mencontohkan  pembangunan gedung Malang Creative Center (MCC). Mulai dari konsep dan rancangan dalam tahap sosiologis hingga lingkungan, semuanya disampaikan dalam tiga tahapan awal sebelum memasuki proses DED dan pembangunan.

Nino.

Arsitek yang secara sukarela mendesain bangunan Gedung MCC ini pun menjelaskan terkait beberapa unsur yang harus dilalui untuk membuat rancangan MCC sebelum DED. Untuk unsur sosiologis terkait bagaimana seorang arsitek juga harus mempertimbangkan ketersediaan ruang yang mampu mengakomodasi perilaku sosial.

"Seperti budaya cangkrukan. Kita konsepkan bagaimana budaya itu bisa bermanfaat secara maksimal, maka kita tempatkan di MCC sebagai penunjang proses kreatifitas. Jadi anak-anak kreatif dari berbagai bidang saat nongkrong di MCC itu bisa saling sharing bertukar ide dan bisa langsung eksekusi ditempat," jelas Nino.

Kemudian, unsur-unsur bersejarah yang melekat dengan Kota Malang juga ditampilkan dalam bangunan Gedung MCC. Mulai dari bangunan Candi Badut di depan bangunan hingga bagian dari topeng malangan yang digambarkan pada sisi pojok kanan kiri atas bangunan MCC.

Menurut dia, terdapat dua perangkat daerah yang akan turut mengenalkan industri kreatif arsitektur. Yakni Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) dan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Dengan begitu pihaknya berharap agar tahapan-tahapan yang seharusnya dilakukan dalam membuat suatu bangunan dapat terimplementasi dengan baik.

"Jadi harapan saya nanti melalui MCC itu bisa semaksimal mungkin. Dan pekerjaan rumah kita saat ini untuk arsitektur itu ya, mengenalkan tiga aspek yang menjadi prioritas industri kreatif tersebut," tutur Nino.

Sebagai informasi, Nino merupakan alumnus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang telah menjadi arsitek sejak tahun 2002 lalu. Selain pernah menjabat sebagai Ketua IAI Kota Malang periode 2009-2016, Nino juga merupakan founder dari perusahaan  arsitektur yakni Onino.co. Beberapa hasil rancangan Nino di antaranya MCC, Kantor Pemasaran The OZ Bridgetown Tidar Kota Malang, dan yang saat ini sedang berproses yakni desain untuk Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM) di Jalan Majapahit. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru