JATIMTIMES - Beredar video yang memperlihatkan sejumlah karyawan PTPN IV sedang membabat habis tanaman jagung milik warga.
Dalam video tersebut terlihat para karyawan yang sedang membabat tanaman jagung seperti sedang membabat rumput liar di hutan.
Tanaman jagung sekitar 20 hektare milik masyarakat tersebut habis dibabat oleh para karyawan PTPN IV yang tidak memiliki rasa empati pada warga yang ada di ladang tersebut.
Video tersebut diunggah oleu akun Tiktok @Sitorusdoriparsilamossik. Dalam video tersebut juga terdengar jeritan para warga yang tak tega lahan jagungnya dibabat habis oleh para karyawan PTPN IV itu.
Perekam video juga terdengar menyebut nama Jokowi untuk meminta bantuan, ia juga terdengar menangis tersedu-sedu.
"Pak Jokowi lihat kami masyarakat mu pak," ujarnya di kutip dari @Sitorusdoriparsilamossik, Rabu (19/20/2022).
Setelah separuh lahan dibabat, kemudian datang para sekelompok siswi yang merupakan anak-anak dari pemilik lahan jagung tersebut.

Mereka terlihat mencoba menghentikan aksi dari para karyawan PTPN IV tersebut. Terdengar pula jeritan histeris para siswi tersebut.
Video tersebut kemudian banjir dukungan dari netizen untuk bisa sampai ke istana negara khususnya Pak Jokowi.
" bukti udah ada dalam video tinggal ke istana negara aja, langsung ke pak Jokowi biar langsung ditindak tegas," ujar akun @Taj Donok_ne
" shrsnya PTPN menunggu shbis panen, baru di runding lagi, kasian masyarakatnya..," sahut akun @tuluspriyono55
Menanggapi berita yang tengah viral, pihak PTPN memberikan konfimasi bahwa lahan tersebut memang Hak Guna Usaha (HGU) PTPN IV.
Hal tersebut di sampaikan oleh Corporate Secretary Holding PTPN Bambang Agustian. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya sedang mencari tahu kebenaran video yang tengah viral itu dengan berkoordinasi dengan PTPN IV.
"Sampai dengan sekarang kami masih berkoordinasi dengan PTPN IV untuk menyelidiki kebenaran video tersebut," ujar Bambang, Sabtu (15/10/2022).
Ia juga menjelaskan bahwa peristiwa pembabatan lahan jagung tersebut terjadi di Nagori Mariah Jambi, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa (11/10/2022).
