JATIMTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang ikut berpartisipasi dalam Karnaval Kota Malang yang mengusung tema 'Bangkit Bermartabat'. Pada karnaval tersebut, pasukan sapu korah dan pakaian adat Bali menjadi andalan yang ditonjolkan.
Koordinator karnaval DLH Kota Malang, Teguh Santoso mengatakan bahwa kurang lebih 100 pegawai, staf hingga TPOK ikut dalam karnaval tersebut. Mulai dari ASN, staf hingga TPOK.
“Personel (yang ikut karnaval) sekitar 100 orang, terdiri tim sapu korah, tim dari pecalang, lalu struktural mengenakan pakaian adat, staf ASN dan TPOK. Lalu ada juga TPOK yang membawa pamflet terkait tupoksi DLH,” kata Teguh kepada JatimTIMES.

Disinggung mengenai kenapa adat Bali yang dipilih, Teguh menjelaskan bahwa tidak ada alasan khusus. Karena sesuai dengan arahan, karnaval diharuskan mengenakan pakaian adat.
“Sesuai tema bangkit bermartabat, diarahkan setiap OPD yang ikut karnaval itu harus mengenakan busana nusantara. Kebetulan dari DLH mengenakan busana adat Bali,” ujar Teguh.
Teguh menegaskan bahwa tak hanya busana adat Bali yang diusung pada karnaval itu. Mereka juga tidak melupakan tupoksi, agar dapat disampaikan kepada masyarakat.
“Di samping mengangkat tema adat Bali, kami juga mengusung Tupoksi kami. Seluruh tupoksi kami rekam dan kami suarakan melalui alat pengeras suara,” beber Teguh.

Teguh pun tak menampik bahwa tim yang membawa sapu korah menjadi andalan dalam karnaval tahun ini. Karena menurutnya, sapu korah menjadi sesuatu yang identik bagi DLH Kota Malang.
“Sapu korah tetap terlibat, karena memang identik DLH itu dengan sapu korah itu,” ungkap Teguh.
