Ini Alasan Jalan Desa Srigonco Tak Segera Diperbaiki

Aug 09, 2022 17:28
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Romdhoni. (Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Romdhoni. (Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).

JATIMTIMES - Ruas jalan di Desa Srigonco Kecamatan Bantur Kabupaten Malang ternyata masih dikeluhkan sejumlah pengguna jalan, terutama wisatawan. Hal tersebut karena kondisi jalan yang menjadi akses utama menuju Pantai Balekambang tersebut masih terdapat kerusakan dan membuat kurang nyaman saat dilalui. 

Mengenai hal tersebut, sebenarnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga sempat berencana untuk melakukan perbaikan. Meskipun akhirnya tidak jadi direalisasikan. 

Menurut Kepala Dinas PU Bina Marga, Romdhoni, hal tersebut lantaran ruas jalan yang menjadi penghubung JLS tersebut termasuk dalam ruas jalan yang akan dipermak langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). 

"Sebenarnya kemarin sudah merencanakan, berhubung kemarin ada informasi akan diambil oleh pemerintah pusat. Dalam hal ini Kemen PUPR, akhirnya sekaligus kita tunggu itu," ujar Romdhoni. 

Proses tersebut ternyata membutuhkan cukup banyak waktu. Sebab ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh Pemkab Malang. Termasuk juga menunggu proses kajian, studi dan lainnya. Apalagi, ruas jalan tersebut masuk ke dalam ruas jalan Gondanglegi-Pantai Balekambang yang juga akan ditingkatkan menjadi jalan nasional. 

"Persyaratan ketat, harus ada dokumen yang dipenuhi dulu. Kemudian pembebasan lahan juga, menhadi beban kabupaten. Sehingga memang butuh waktu," jelas Romdhoni. 

Dirinya tidak dapat memastikan kapan pekerjaan tersebut akan dimulai. Hanya saja berdasarkan timeline dari Kemen PUPR, pekerjaan itu kemungkinan akan dimulai pada tahun 2023. Dan diupayakan rampung pada tahun 2024 mendatang. 

"Sehingga butuh waktu, 2022 belum terealisasi kemungkinan 2023, panjangnya sekitar 33 kilometer. Dengan plafon anggaran sekitar Rp 600 Milyar. Targetnya, berdasarkan timeline, 2024 harus selesai," pungkas Romdhoni. 

Keberadaan jalan tersebut dinilai cukup vital. Sebab menjadi salah satu akses utama untuk menuju banyak pantai yang berjajar di sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS). 

Sedangkan sebelumnya, jalan di Desa Srigonco tersebut sempat mengalami kerusakan yang sangat parah hingga warga setempat terpaksa menutup jalan itu. Kerusakan tersebut diakibatkan kendaraan berat pengangkut material pembangunan JLS tahap II yang melintas di jalan itu. 

Pihak Kemen PUPR sempat menjanjikan bahwa jalan itu akan diperbaiki setelah pembangunan JLS tahap II rampung. Agar berfungsi optimal tanpa ada kendaraan berat pengangkut material melintas lagi. 

Sebagai informasi, jalan yang rusak tersebut tepatnya sebelum menuju ruas Jurang Mayit atau Jurang Kelampok. Namun saat ini, masyarakat cukup terbantu dengan adanya Jembatan Pelangi yang baru saja diresmikan beberapa waktu lalu. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru