Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Sabar, Macet di Jalan Krebet-Gondanglegi Hanya Sampai November 2022

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Nurlayla Ratri

07 - Aug - 2022, 00:03

Placeholder
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Romdhoni.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Para pengendara atau masyarakat yang melintas di jalan raya Krebet-Gondanglegi harus bersabar. Kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di jam-jam sibuk ditambah adanya proyek perbaikan jalan akan berlangsung hingga November 2022 mendatang. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai pertimbangan besar terkait pekerjaan pemeliharaan jalan yang ada di ruas Krebet-Gondanglegi. Pertimbangan tersebut terkait atensi Bupati Malang HM. Sanusi terhadap perkembangan infrastruktur dan juga rencana besar lain yang telah dirancang oleh Pemerintah Pusat.

Dirinya menilai, ruas jalan tersebut mempunyai peran yang sangat strategis. Salah satunya untuk menopang rencana peningkatan status jalan di Gondanglegi menuju Bantur yang akan menjadi jalan nasional. Selain itu, juga berkaitan dengan rencana pembangunan tol Malang-Kepanjen. 

"Pak Bupati (HM. Sanusi) kan menaruh perhatian besar kepada infrastruktur dan ruas itu sangat strategis, baik dari kondisinya yang ada maupun rencana bupati dan rencana besar lain. Jalan itu punya peran yang sangat strategis sekali. Kalau dikaitkan dengan rencana tol Malang Kepanjen, ruas jalan itu juga punya peran penting. Sehingga ke depan, banyak kepentingan umum yang besar juga," ujar Romdhoni. 

Pantauan di lokasi, ruas jalan tersebut memang punya peran cukup vital. Hal itu juga melihat tingkat lalu lintas di ruas jalan tersebut yang memang cenderung cukup tinggi. Selain dimanfaatkan oleh warga untuk menuju Gondanglegi dari Bululawang atau sebaliknya, ruas jalan tersebut juga banyak dilalui kendaraan-kendaraan angkut bermuatan besar. 

Romdhoni menjelaskan, pekerjaan di ruas jalan itu termasuk dalam kategori pemeliharaan. Yakni memberi lapisan ulang pada aspal yang ada. Selain itu, sebagai pertimbangan keamanan berkendara, pihaknya juga melakukan pengerasan pada bahu jalan dengan dibeton. 

"Jadi pekerjaannya melapis ulang aspal yang ada, sehingga ketinggiannya bertambah aspal itu. Dengan bertambahnya ketinggian aspal, itu bahu jalan, yang dulunya tanah, supaya menjaga keselamatan lalin (lalu-lintas), lalu kerapihan itu bahu jalan kami perkeras dengan beton," jelas Romdhoni.

Dengan skema seperti itu, menurutnya ada beberapa keuntungan yang didapat. Yang pertama adalah keselamatan dalam berlalu lintas, sebab dengan lapisan aspal yang baru, ada perbedaan ketinggian permukaan jika bahu jalan yang semula tanah tidak diperkeras dengan beton. 

"Yang kedua, kalau lalin crowded itu bisa dimanfaatkan sebagai laju (kendaraan). Kalau pas kondisi darurat bisa dimanfaatkan," imbuh Romdhoni. 

Yang ketiga, meskipun biayanya relatif lebih mahal, tetapi menurutnya dengan skema tersebut konstruksi jalan dinilai akan lebih awet. Baik ruas jalan utama yang beraspal, ataupun di bagian bahu jalan. 

"Jadi tidak gampang tergerus. Biasanya tergerus air sering habis. Yang utama keselamatan," terang Romdhoni. 

Sebagai informasi, pemeliharaan jalan yang kurang lebih sepanjang 4,5 kilometer tersebut ditargetkan rampung pada bulan November 2022 mendatang. 


Topik

Pemerintahan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Nurlayla Ratri