Tambahan Rp 236,5 Juta Jadi Nafas Baru Tangani PMK, Dispangtan: Mudah-mudahan Tidak Ada Kasus Lagi

Jun 10, 2022 16:58
Ilustrasi hewan ternak sapi di Kota Malang yang sedang dilakukan perawatan oleh peternak untuk mencegah terjadinya penularan PMK. (Foto: Dok. JatimTIMES)
Ilustrasi hewan ternak sapi di Kota Malang yang sedang dilakukan perawatan oleh peternak untuk mencegah terjadinya penularan PMK. (Foto: Dok. JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang telah mendapat tambahan anggaran sebesar Rp 236.552.000 untuk penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan ternak di Kota Malang.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispangtan Kota Malang Sri Winarni ketika ditemui awak media di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang usai menghadiri agenda hearing bersama Komisi B DPRD Kota Malang.

"Untuk penanganan PMK yang sudah ini ada penambahan anggaran di Dinas Ketahanan Pangan sebesar Rp 236.552.000. Saat ini sudah berproses, mudah-mudahan tidak ada kasus lagi," ungkapnya kepada JatimTIMES.com.

Pihaknya menyebut, tambahan anggaran sebesar Rp 236.552.000 tersebut digunakan untuk penanganan dan pengobatan PMK pada hewan ternak di Kota Malang agar cepat sembuh serta sehat kembali.

"Itu (tambahan anggaran) untuk kebutuhan obat-obatan dan biaya operasional. Biaya operasional itu untuk mamin (makan dan minum) petugas pos pantau," tuturnya.

Sri Winarni menuturkan, bahwa tambahan anggaran sebesar Rp236.552.000 tersebut akan difokuskan pada penanganan dan pengobatan hewan ternak yang terjangkit PMK.

Disinggung mengenai bantuan dana untuk peternak di Kota Malang yang sapinya mati karena terjangkit PMK, pihaknya masih belum memiliki kebijakan untuk memberikan bantuan dana maupun penggantian hewan ternak sapi yang mati tersebut. 

"Pengganti untuk hewan ternak sapi yang mati, sementara ini belum ada," katanya.

Lebih lanjut, merespons mengenai arahan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa agar masing-masing daerah yang masuk dalam kategori tertular PMK untuk segera mengeluarkan Surat Edaran (SE) pembentukan satuan tugas (satgas), pihaknya menyebut hal tersebut masih dalam proses penyusunan.

"Untuk (SE) satgas itu kita penetapannya masih dalam proses di bagian hukum. Tetapi secara fungsional kami di Dispangtan bidang peternakan ketika melakukan pemantauan, penanganan dan pengobatan di wilayah juga sudah di support oleh jajaran Polresta dan Kodim," tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan rekap data dari Dispangtan Kota Malang sejak 9 Mei hingga 9 Juni 2022, total sudah terdapat 265 hewan ternak sapi yang terjangkit PMK. Dari 265 sapi tersebut, sebanyak 81 ekor sapi sembuh, 1 ekor sapi mati, 65 ekor sapi dipotong paksa dan 118 ekor sapi dalam pengobatan. Di mana untuk sebaran wilayahnya meliputi enam kelurahan, yakni Ciptomulyo, Madyopuro, Lesanpuro, Purwantoro, Bunulrejo dan Pisang Candi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
dispangtan kota malangsurveilans kesehatantambahan anggaran pmk ternak

Berita Lainnya

Berita

Terbaru