Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba-Serbi

Ngaku Muslim, Ini Praktik Aneh yang Dilakukan Suku Cham di Vietnam

Penulis : Desi Kris - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

06 - Jun - 2022, 16:06

Placeholder
Suku Cham di Vietnam. (Foto: TikTok)

JATIMTIMES - Suku Cham merupakan sebuah suku yang ada di tenggara Vietnam. Suku Cham adalah pecahan dari kerajaan besar Champa yang direbut  Vietnam pada pertengahan abad ke-19. 

Saat ini, Suku Cham menjadi salah satu dari 53 etnis minoritas di Vietnam. Di wilayah Cham, sebagian besar penduduknya adalah penganut Brahmanis. 

Namun, sepertiga dari mereka menyebut diri mereka adalah Muslim. Sekitar 30.000 Muslim Cham mempraktikkan Islam yang aneh, yang bebas dari larangan-larangannya.

Dilansir melalui tayangan akun TikTok @duniamualaf, Senin (6/6/2022), hal unik pertama dari Suku Cham ini bisa dilihat dari bangunan masjidnya. Suku Cham menambahkan lambang naga di atas nama Allah SWT dan Muhammad SAW.

Soal busana Muslim Suku Cham, khususnya kopiah, terdapat lambang swastika dari agama Hindu meskipun Islam sangat jelas melarang penghubungan dengan agama lain. 

Selain itu, masjid Suku Cham hanya dibuka hanya satu bulan sekali atau pada hari Jumat, saat mereka melaksanakan salat Jumat. Suku Cham percaya bahwa Allah merupakan satu-satunya Tuhan yang patut  disembah dan Muhammad adalah rasul-Nya, seperti bunyi Rukun Islam yang pertama. 

Mereka juga melaksanakan zakat. Untuk pergi haji, karena mayoritas warga Suku Cham tidak mampu, jadi belum ada sama sekali Muslim Suku Cham yang melaksanakan Rukun Islam yang kelima tersebut. 

Namun, perbedaan mencolok ada pada Rukun Islam kedua dan ketiga. Yaitu salat 5 waktu dan puasa di bulan Ramadan. Seperti yang sudah disebutkan di atas, masjid Suku Cham hanya dibuka satu bulan sekali dan pada setiap hari Jumat. Jadi, mereka tidak melakukan salat 5 waktu. 

Dan waktu salat satu bulan sekali itu diatur oleh pemuka agama. Terlebih, wanita Muslimah Suku Cham tidak ada yang mengenakan hijab ketika salat. 

Salat-nya sendiri pun hanya dilakukan oleh pemuka agama. Artinya, mereka mewakili seluruh Muslim Suku Cham dalam ibadah. 

Perbedaan mencolok lainnya pada suku ini yaitu cara sujud wanita Muslimah Suku Cham yang lebih mirip orang Tibet daripada Islam pada umumnya.

Untuk berpuasa di bulan Ramadan, praktik puasa hanya dilakukan oleh pemuka agama yang mewakili seluruh Muslim Cham. Mereka tak hanya berpuasa, tapi juga akan menginap di dalam masjid dan tidak akan keluar dari sana selama satu bulan penuh. 

Oleh sebab itu, para pemuka agama akan menyiapkan persediaan kebutuhan sehari-harinya di dalam masjid seperti kasur. 

Perbedaan lainnya yaitu merokok diperbolehkan selama berpuasa.  Mereka akan berbuka puasa saat matahari belum terbenam. Untuk membuat seolah-olah hari sudah malam, biasanya mereka akan menutup jendela masjid sehingga suasananya seperti matahari sudah terbenam.

Hal aneh lainnya dari Suku Cham ini ialah mereka bersujud di makam keluarga mereka. Padahal, jelas-jelas dalam Islam dilarang melakukan ibadah di makam atau menyembah leluhur.


Topik

Serba-Serbi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Desi Kris

Editor

Sri Kurnia Mahiruni