Muhammad Riogam

Bedah Permasalahan Pemuda Melalui Karang Taruna

Jun 18, 2015 09:02
Muhammad Riogam (kanan), Ketua Karang Taruna Kecamatan Klojen periode 2015-2020. (Foto: Istimewa)
Muhammad Riogam (kanan), Ketua Karang Taruna Kecamatan Klojen periode 2015-2020. (Foto: Istimewa)

TOTALITAS berjuang tidak harus menuruti keinginan merantau ke tanah orang. Seperti halnya yang dilakukan Muhammad Riogam, Ketua Karang Taruna Kecamatan Klojen periode 2015-2020.

Baca Juga : Tundukkan Rasa Takut untuk Kemanusiaan, Ini Kisah Bripka Jerry yang Banjir Apresiasi

Fenomena semakin individualisnya pemuda dan hilangnya kepekaan sosial, menggerakkan hatinya, terjun langsung mengambil peran memperbaiki kondisi tersebut.

Menurut laki-laki berkacamata ini, Karang Taruna adalah ruang mengolah potensi pemuda. “Harapan saya, dengan adanya Karang Taruna, bisa menampung potensi serta kreatifitas pemuda,” jelasnya pria kelahiran 24 Januari 1985 tersebut.

Ia sendiri, mulai memutuskan terjun dalam Karang Taruna sejak tingkat ranting, sebagai Ketua Karang Taruna Kelurahan Kauman hingga tahun 2015.

Pada Temu Karya Klojen, 14 Juni 2015 lalu, ia menjadi salah satu calon ketua bersama 4 calon lain yaitu, Fathilah perwakilan Kelurahan Rampal Celaket, Fajar Sansaka perwakilan Kelurahan Klojen, Nurima Nuning perwakilan Kelurahan Oro-oro Dowo, Anharil Huda perwakilan Kelurahan Barang.

Ia memenangkan 11 suara dari 13 suara sah. Bagi Riogam, mencapai titik ini bukanlah sebuah langkah mudah, tetapi merupakan sebuah hasil proses pengabdian dalam beberapa organisasi yang pernah diikutinya.

Ketika masih berstatus mahasiswa di Fakuktas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Riogam mengikuti beberapa organisasi. Sejumlah jabatan sempat ia pegang, di antaranya Sekretaris Lembaga Pers Kampus Azas FH UMM, Ketua Divisi Advokasi Publik BEM FH UMM, serta Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FH UMM.

Baca Juga : Glenn Fredly Meninggal Dunia Tepat setelah 40 Hari Kelahiran Anak Pertamanya

“Saya ingin bekerjasama dengan BNN dan Polres Kota Malang untuk bikin satgas anti narkoba,” jelas pria yang juga pernah menjadi caleg melalui Partai Demokrat pada Pileg 2014 lalu, membeberkan rencana terdekat terkait Karang Taruna.

“Selain itu, harus ada upaya untuk mengembangkan ekonomi kreatif bagi pemuda,” lanjutnya.

Sementara, program apa saja yang akan dilakukan, ia masih belum dapat memastikan, karena pelantikan dan rapat kerja (raker) belum diselenggarakan. “Insyaallah raker kita bikin bulan puasa ini,” sambung pria asli Kota Malang ini.

Ia menilai, kondisi riil Karang Taruna di tingkat kelurahan bisa dikatakan mati suri. Itu yang membuat molornya proses pergantian ketua baru, hingga 2 tahun lamanya.

Untuk itu, ia juga memiliki pandangan, tugas Karang Taruna harus ditingkatkan, terutama dalam usaha memicu tingkat ranting supaya terus aktif dan menggeliat. 

Topik
muhammad riogam

Berita Lainnya

Berita

Terbaru