Bripka Jerry Tumondo (Foto: Facebook Divisi Humas Polri)
Bripka Jerry Tumondo (Foto: Facebook Divisi Humas Polri)

MALANGTIMES - Cerita penolakan jenazah pasien Covid-19 oleh masyarakat diberbagai daerah, telah membuat miris. Tak hanya satu, dua kali, penolakan untuk menguburkan jenazah terus berulang di negeri ini.

Hal itu pula yang membuat berbagai pihak, terus menyuarakan keprihatinan sekaligus memberikan berbagai informasi yang benar terkait penyebaran covid-19. Tak hanya itu, beberapa pihak juga secara nyata berbuat untuk memutus rantai yang menohok ulu hati nurani.

Baca Juga : Glenn Fredly Meninggal Dunia Tepat setelah 40 Hari Kelahiran Anak Pertamanya

 

Baca Juga : Artis Dangdut Inul Daratista akan Berbagi Kisah Bayi Tabung di Surabaya

 

Seperti yang dilakukan oleh anggota kepolisian bernama Bripka Jerry Tumundo. Dirinya secara langsung bertindak untuk memakamkan jenazah covid-19 yang sempat terlantar selama 2 jam di Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Berawal dari niatan untuk mendoakan jenazah Covid-19, Jerry  justru menjadi sukarelawan untuk menguburkan jasad yang sempat terlantar 2 jam di pemakaman. Dikarenakan menunggu petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Minahasa Utara tak kunjung tiba.  

Melihat jenazah itu, rasa kemanusiaan Jerry rupanya lebih besar dibandingkan rasa takutnya akan virus covid-19.

Dilansir melalui manadobacirita, pria yang juga seorang pelayan gereja itu mengatakan, jika awalnya ia memang merasa takut. Bahkan, ketika sudah memakai APD rasa takut itu masih saja muncul.  

Jerry lantas mengaku terus berdoa sepanjang kakinya melangkah kearah ambulans.  

 

jenazah covid dimakamkan petugas2.jpg
Bripka Jerry Tumundo menggunakan APD lengkap saat menjadi sukarelawan yang akan menguburkan jenazah pasien COVID-19 di Minahasa Utara, Sulut, yang sempat terlantar selama 2 jam lamanya (foto: febry kodongan/manadobacirita)



Ia pun bersyukur kepada Tuhan telah diberikan kekuatan dan keberanian untuk menguburkan jenazah pasien Covid-19 itu.  

Sebagai informasi, warga Wusa Kecamatan Talawaan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, takut untuk keluar rumah akibat pemakaman jenazah pasien Covid-19 itu. Jenazah yang meninggal dunia Jumat (10/4/2020) di Rumah Sakit Prof Kandou Malalayang, Manado.  

Awalnya, jenazah akan dimakamkan di tanah miliknya yang terletak di desa Winetan. Tapi, warga disekitar menolak pemakaman tersebut. Penolakan itu membuat jenazah pun sempat terlantar, hingga Jerry menawarkan diri menjadi sukarelawan. Untuk memakamkan jenazah tersebut pada Jumat (10/4/2020) pukul 09.15 WITA.  

Baca Juga : Ibunda Presiden Joko Widodo Sudjiatmi Notomiharjo Meninggal Dunia

 

Baca Juga : Wali Kota Dewanti Rumpoko Bagikan Tips Kisah Suksesnya Menjadi Ibu Rumah Tangga dan Kepala Daerah

 

Awalnya, Jerry sempat dilarang, tapi ia bersikukuh karena menganggapa jenazah adalah jemaatnya. 

Dengan niat dan meneguhkan keberaniannya, jenazah pasien Covid-19 itu pun akhirnya dimakamkan di pemakaman umum Wusa, Kecamatan Talawaan. Walau terpisah dari makam lainnya, yaitu berada di lokasi di bagian belakang, pemakaman itu pun akhirnya terlaksana.

Bripksa Jerry mendapat hadiah dari Kapolri Jenderal Pol Idham Azis

Keberanian dan rasa kemanuasiaan ini membuat Bripka Jerry mendapatkan hadiah tak terduga dari Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.  

Pada Senin (13/4/2020) pukul 16.30 WITA, Bripka Jerry mendapatkan video call dari Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.  

Ia sangat terkejut saat melihat wajah Idham Azis di layar ponselnya.  

Pembicaraan diawali dengan ucapan terima kasih Kapolri kepada Bripka Jerry.  

Idham Azis mengaku bangga memiliki personel kepolisian yang memiliki sikap sukarealwan untuk menguburkan jenazah pasien Corona.  

“Apa kabar ngana (kamu) disana? Saya atas nama pribadi dan institusi Polri respect sama hasil kerja kemanusiaan kamu, saya berterima kasih. Seluruh anggota Polri bangga akan ketulusanmu bekerja membantu memakamkan korban akibat COVID-19,” kata Jenderal Idham dalam video call Whatsapp kepada Jerry, melalui siaran pers Humas Polri, Selasa (14/4). 

Lebih lanjut Idham Azis menanyakan pangkat Jerry dan keluarganya.  

Hingga akhirnya Kapolri memberikan hadiah tak terduka kepada Bripka Jerry yakni sekolah SIP atau sekolah perwira untuk kenaikan pangkat.  

Kapolri pun berjanji akan langsung mengirim surat teleskoting kepada dirinya melalui Kapolda Sulawesi Utara.  

"Pangkat kamu apakah sudah bisa sekolah? Sudah berapa kali daftar? Nanti saya buatkan surat teleskoting buat kamu tahun depan masuk SIP ya. Sampaikan kepada istri, kepada Kapolsek dan sama Kapolres kalau kami ditelepon langsung Kapolri. Besok saya kirim suratnya ke Kapolda. Terus terang saya sangat menaruh respek kepada kamu," kata Kapolri. 

Mendengar kabar tersebut Jerry pun tak kuasah menahan haru.  

Ia begitu bersyukur mendapatkan berkat yang luar biasa ini.  

"Saya menangis karena diberikan apresiasi oleh pimpinan," ujar Jerry.  

Saat ini Bripka Jerry diketahui telah bertugas sebagai Kanit Reskrim di Polsek Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara.  

Berikut video saat Kapolri Idham Azis melakukan video call bersama Bripka Jerry:

"BRIPKA JERRY DAPATKAN APRESIASI DAN PENGHARGAAN DARI KAPOLRI

Kapolri, Jenderal Pol. Drs. Idham Azis, M.Si, memberikan apresiasi sekaligus penghargaan kepada anggotanya bernama Bripka Jerry, Kanit Reskrim Polsek Dimembe, Sulawesi Utara.
Atas aksi kemanusiaannya dengan bersedia menjadi sukarelawan memakamkan jenazah positif Covid-19, yang sempat tertunda karena tidak adanya petugas yang mau memakamkan.
Pemakaman dilakukan bersama anak tiri dari almarhum, Hal ini dilakukannya atas dasar rasa kepeduliaannya serta kemanusiaan.
Atas tindakannya, Kapolri langsung melakukan video call untuk ungkapkan rasa bangganya.

POLRI HADIR UNTUK KEMANUSIAAN"