Penampakan Pasar Madyopuro Pasca Revitalisasi, Tampak Bersih dan Nyaman

Jan 10, 2022 20:40
Tampak pedagang sudah mulai membuka lapangan dagangannya di bangunan Pasar Madyopuro yang telah di revitalisasi oleh pihak Pemkot Malang. (Foto: Istimewa)
Tampak pedagang sudah mulai membuka lapangan dagangannya di bangunan Pasar Madyopuro yang telah di revitalisasi oleh pihak Pemkot Malang. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang telah selesai melakukan revitalisasi bangunan los atau bedak para pedagang Pasar Madyopuro.

Pengerjaan revitalisasi Pasar Madyopuro yang terletak di Jalan Danau Jonge, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang ini berjalan sejak Juli 2021 hingga awal Januari 2022. 

Setidaknya, sekitar enam bulan berjalan, proyek yang menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp 3,7 Miliar akhirnya selesai juga dan dapat digunakan oleh para pedagang dengan nyaman.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, revitalisasi pada bedak atau los pedagang Pasar Madyopuro merupakan upaya dari Pemkot Malang dalam menguatkan daya saing pasar rakyat atau pasar tradisional. 

Orang nomor satu di Pemkot Malang ini pun menegaskan bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini, pembenahan pasar-pasar rakyat akan terus dilakukan. Hal itu dilakukan untuk memberikan dampak pada kontraksi ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

"Ini sangat penting demi menjaga momentum tumbuh kembang ekonomi kerakyatan di Kota Malang, tentunya bertahap ya kita benahi dan terus jalin komunikasi dalam prosesnya. Kita ingin pasar-pasar kita nyaman bagi pedagang maupun pembeli," ungkap Sutiaji dalam keterangan yang diterima JatimTIMES.com, Senin (10/1/2022). 

Setidaknya, Pasar Madyopuro merupakan pasar rakyat ke-13 yang telah tersentuh program revitalisasi dari Pemkot Malang. Total luas bangunan yang dilakukan revitalisasi yakni 81.624 meter persegi. Luasan tersebut mencakup pembangunan dan penggantian atap, peninggian lantai serta pembuatan meja bedak atau los pedagang.  

Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang Muhammad Sailendra mengatakan, seluruh pekerjaan revitalisasi di fokuskan untuk menangani permasalahan fisik pasar, khususnya di area bedak atau los pedagang. 

Di mana sebelum dilakukan revitalisasi, atap dari Pasar Madyopuro seringkali mengalami kebocoran jika terjadi hujan deras. Lalu meja eksisting juga mengalami kerusakan, saluran pembuangan air mampet dan lantai yang kerap kali banjir dikarenakan ketinggian lantai lebih rendah dari saluran pembuangan air. 

Sebanyak 360 unit meja bedak atau los pedagang baru yang kokoh dan bersih telah dibangun dan saat ini telah di manfaatkan oleh 269 pedagang di Pasar Madyopuro.

Lebih lanjut, Sailendra menuturkan, pasca dilakukan revitalisasi, bedak-bedak atau los pedagang semakin bersih, air tidak lagi menggenang, permasalahan atap yang bocor sudah terselesaikan hingga sirkulasi udara pun semakin nyaman. 

"Bersyukur proses revitalisasi berjalan lancar dan pembenahan lanjutan masih diperlukan, khususnya untuk pedagang kios serta bedak ke depan akan kita kaji kebutuhan penataannya," pungkas Sailendra.

Topik
Revitalisasi PasarPasar MadyopuroKota MalangWali Kota Malang SutiajiBerita MalangBerita JatimDiskopindag Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru