Angkot Sepi, Dishub Kota Malang: Ada Rencana Jadi Minibus

Jan 02, 2022 10:58
Angkutan kota (Angkot) di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Angkutan kota (Angkot) di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES -Keberadaan angkutan kota (Angkot) saat ini terbilang cukup mengkhawatirkan. Terlebih, situasi pandemi Covid-19 yang belum usai menjadikan aktivitas angkot menurun. Hal ini juga menyebabkan jumlah trayek menurun. 

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang dari 25 jumlah trayek yang ada di Kota Malang, kini hanya tersisa 18 trayek. Itupun, tidak secara keseluruhan dapat beroperasional.

Kepala Dishub Kota Malang Heru Mulyono mengatakan, salah satu alasan angkot tak lagi digemari masyarakat lantaran operasionalnya masih belum mampu memberikan kepastian waktu terhadap para penumpang.

Sehingga, penumpang masih harus menunggu dalam waktu yang cukup lama sebelum sampai tujuan. "Masyarakat ini dengan angkutan kota tanda kepercayaannya masih di bawah yang kita harapkan. Itu dipengaruhi waktu ngetem terlalu lama. Kepastian terhadap waktu belum bisa. Lalu, terkait kondisi angkutan kota, kenyamanannya," ujarnya.

Karenanya, 2022 ini Dishub Kota Malang bakal melakukan penataan angkot atau mikrolet agar bisa kembali survive. Terlebih, di tengah hadirnya transportasi online yang kini cukup tren.

Proses penataan ini masih akan dikaji. Kajian itu, untuk mempelajari sistem transportasi dari wilayah lain, yakni Kota Bogor.  Karena, pihaknya ada rencana untuk mengganti angkot menjadi mini bus.

"Bersama teman-teman (supir angkot), tapi tidak semua, kita akan belajar ke Bogor. Beberapa angkutan saja yang sekiranya bisa kita rubah sistemnya untuk kita ajak belajar ke sana," imbuhnya.
 
Pemilihan pembelajaran ke wilayah Bogor bukan tanpa alasan. Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dinilai berhasil dalam penataan angkot untuk mengganti armada mini bus. Yang mana, hal itu bisa menjadi acuan untuk diterapkan di Kota Malang.

"Bogor berhasil melakukan 'By Service Transportation'. Di sana kan terkenal dengan jumlah angkot yang banyak. Jadi, angkot itu digantikan minibus. 1:3, jadi 3 angkot menjadi satu minibus. Dan itu dikelola oleh koperasi paguyuban," jelasnya.

Menurut Heru, jika konsep ini diterapkan di Kota Malang, maka operasional angkot yang selama ini terbilang sepi itu bakal lebih optimal dan efisien. Di mana, setiap satu minibus, jumlah penumpangnya seperti tiga angkot. Pengelolaanya pun, dilakukan oleh koperasi dari paguyuban. Selanjutnya, penerapan ini akan lebih memudahkan sopir, karena setiap mini bus akan diberikan subsidi. Tujuannya agar layanan tersebut tidak bergantung pada jumlah penumpang.

"Dan kalau itu nanti mau, akan ada subsidi dari pemerintah. Nanti per kilometer akan disubsidi. Jadi nanti, tidak usah mengejar jumlah penumpang, jalan saja, bensin dibayar pemerintah," tandasnya.

Topik
Angkot Kota MalangDishub Kota Malangsilpa jember 2021

Berita Lainnya

Berita

Terbaru