Sudah 30 KIM Terbentuk, Diskominfo Kota Malang Dorong Pembentukan KIM Menyeluruh di 57 Kelurahan

Dec 14, 2021 21:11
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang Muhammad Nur Widianto saat ditemui pewarta beberapa waktu lalu di Balai Kota Malang. (Foto: Arifina Cahyati Firdausi/ JatimTIMES)
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang Muhammad Nur Widianto saat ditemui pewarta beberapa waktu lalu di Balai Kota Malang. (Foto: Arifina Cahyati Firdausi/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang mencatat, sebanyak 30 Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sudah terbentuk di 30 kelurahan sari 57 kelurahan yang ada di Kota Malang.

Untuk 27 wilayah lainnya, saat ini masih berproses untuk pembentukan KIM. Kepala Diskominfo Kota Malang Muhammad Nur Widianto mengatakan, pembentukan KIM yang merupakan mitra dari Diskominfo Kota Malang merupakan amanat dari pemerintah pusat.

"Tujuannya dalam rangka sinergi untuk melakukan gerak bersama terkait informasi dan edukasi penyelenggaraan pembangunan di daerahnya masing-masing," ungkap pria yang akrab disapa Wiwid kepada JatimTIMES.com, Selasa (14/12/2021).

KIM.

Selain itu, pembentukan KIM juga bertujuan untuk menguatkan strategi empowering social atau pemberdayaan masyarakat di tingkat wilayah kelurahan. Sehingga, KIM memiliki peranan penting dalam mengenalkan karakteristik maupun potensi dari daerahnya masing-masing.

"Melalui strategi komunikasi yang senantiasa kita dampingi, kita berikan kiat-kiatnya baik itu secara konvensional maupun dengan perkembangan teknologi yang ada," ujar Wiwid.

KIM.

Oleh sebab itu, KIM sudah mulai diarahkan untuk beradaptasi dengan pemanfaatan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK). Diantaranya melalui pengelolaan website, media sosial dan pembuatan video aktivitas dari KIM dan potensi dari masing-masing wilayah kelurahan.

Keberadaan KIM juga mampu menguatkan ekosistem TIK pada masa-masa pandemi Covid-19. Dengan begitu, KIM juga mampu menjadi perantara penguatan produk unggulan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di masing-masing kelurahan.

"Apalagi kami kan juga sudah melakukan fasilitasi ke 551 RW berupa WiFi gratis. Setiap kesempatan, kami juga selalu menyampaikan ayo kita manfaatkan WiFi itu diantaranya untuk langkah upaya recovery ekonomi," terang Wiwid.

KIM.

Menghadapi tahun 2022, pihaknya terus mendorong kepada masing-masing kelurahan untuk mengembangkan dan membuat KIM. Karena pembentukan KIM nantinya akan bermuara pada potensi di wilayahnya masing-masing. Maka harus ada sinergitas antara pihak Dislominfo Kota Malang, kelurahan, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan masyarakat umum.

"Tumbuh kembang secara masif ini harus berangkat dari bawah. Karena kata kuncinya empowering, pemberdayaan, maka harus akar-akar di bawah ini yang perlu dikuatkan, semoga saja semakin memaksimalkan penguatan potensi yang dimiliki daerahnya melalui peran KIM ini," tandas Wiwid.

Kim

Sementara itu, Ketua Forum KIM Kota Malang Pantjawati Yuatikarini menyampaikan, KIM memiliki tiga fungsi utama dalam pelaksanaannya. Pertama, tata kelola administrasi kelembagaan yang terkait dengan program kerja. Kedua, terkait dengan pengelolaan website dan media sosial. Ketiga, kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Di mana dari 30 KIM yang sudah terbentuk di Kota Malang, pihaknya membagi dalam empat klaster. Di mana penentuan klaster tersebut sesuai dengan keaktifan dan kedisiplinan masing-masing KIM dalam menjalankan tugas pokok fungsinya.

Untuk klaster satu merupakan KIM yang aktif secara keseluruhan mulai dari sisi tata kelola kelwmbagaan, pengelolaan website dan media sosial, serta keaktifan dalam pemberitaan. Di mana terdapat 9 KIM yang masuk kategori klaster satu ini.

KIM.

Kemudian untuk KIM yang masuk dalam kategori klaster dua merupakan KIM yang memiliki SK kepengurusan namun kelembagaan tidak berjalan. Namun, giat dalam mengelola website dan media sosial. Yang masuk dalam kategori klaster dua berjumlah 10 KIM.

"Klaster tiga itu punya SK, tapi nggak pernah buat berita dan struktur organisasinya nggak jalan, itu ada 5 KIM. Lalu klaster keempat, SK nya mati, tidak melakukan perpanjangan, otomatis kelembagaan dan pemberitaan tidak jalan, undangan tidak pernah datang, itu ada 6 KIM," ujar Pantja kepada JatimTIMES.com.

Untuk 9 KIM yang masuk dalam klaster satu karena keaktifannya dalam menjalankan roda organisasi KIM yakni KIM Nukus dari Kelurahan Sukun, KIM Gerabah dari Kelurahan Penanggungan, KIM Tlogomas dari Kelurahan Tlogomas, KIM Mbois Ilakes dari Kelurahan Blimbing, KIM Cendrawasih dari Kelurahan Kasin, KIM Obama dari Kelurahan Bareng, KIM Parseh Jaya dari Kelurahan Bumiayu, KIM Kayutangan dari Kelurahan Kauman dan KIM Bakalankrajan dari Kelurahan Bakalankrajan.

"Maka dari itu, tugas kami di forum kim Kota melakukan pendampingan, bimbingan dan arahan agar KIM itu bisa bergiat kembali. Menanyakan terkait kesulitan," terang Pantja.

Pihaknya juga mendorong agar pengurus KIM di masing-masing Kelurahan dapat memanfaatkan WiFi gratis yang sudah tersedia di 551 RW. Hal itu untuk mengurangi biaya pembelian kuota internet agar berjalannya pengelolaan KIM lebih efisien.

KIM.

Selain itu juga dapat memantau kelayakan dan kondisi WiFi yang sudah disediakan secara gratis terdapat kendala atau tidak. Dan juga hal ini memudahkan pengelola website dan media sosial di KIM untuk mempromosikan produk unggulan UMKM dari masing-masing wilayahnya.

Lebih lanjut, Ketua KIM Lowokwaru I G N Putu Bhinna Byantara menyampaikan selama ini untuk menjalankan KIM di wilayah Kelurahan Lowokwaru pihaknya telah melebur menjadi satu di lembaga-lembaga yang sudah ada.

"Kalau kita KIM sudah melebur di pokmas dan lemas. Kita juga ikut kegiatan TSM dan agenda peliputan," ujar Bhinna.

Pihaknya juga giat melakukan kegiatan-kegiatan dalam membantu masyarakat. Diantaranya memberikan pendampingan terhadap UMKM yang akan mengurus Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Kemudian fasilitasi para pengusaha yang akan menggunakan aplikasi Online Single Submission (OSS).

"Ada bencana kita ke lokasi, meliput lembaga lain tim, puskesos, dan lpmk. Lalu kita juga membantu PT Pos dalam penyaluran bantuan sosial tunai (bst) kepada warga," terang Bhinna.

Lebih lanjut, pihaknya berharap KIM yang berada di masing-masing kelurahan bisa mendapatkan pendampingan yang intens dan tambahan sarana prasarana pendukung aktivitas KIM.

"Kita berharap pada pendampingan dan memfasilitasi program kita. Perhatian difasilitasi sarana untuk lebih bisa menginformasikan yabg ada di wilayah kelurahan," pungkas Bhinna.

Topik
Diskominfo Kota MalangDisperkim Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru