Gandeng LKP Ganesha, Disnaker Kota Malang Buka Pelatihan Muslim Fashion Bagi 50 Pekerja Pabrik Rokok

Nov 04, 2021 18:36
Pelaksanaan pelatihan kerja berdasarkan unit kompetensi muslim fashion bertempat di Ruang Tata Busana SMKN 3 Kota Malang, Kamis (4/11/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)
Pelaksanaan pelatihan kerja berdasarkan unit kompetensi muslim fashion bertempat di Ruang Tata Busana SMKN 3 Kota Malang, Kamis (4/11/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dengan menggandeng Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Ganesha, Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang gelar pelatihan kerja berdasarkan unit kompetensi muslim fashion di SMKN 3 Kota Malang. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Erik Setyo Santoso mengatakan, kegiatan pelatihan berdasarkan unit kompetensi muslim fashion ini dibiayai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2021 dengan sasaran 50 pekerja pabrik rokok di Kota Malang. 

Kegiatan ini digelar untuk lebih meningkatkan kompetensi, keterampilan dan daya saing masyarakat khususnya para pekerja pabrik rokok di Kota Malang. Sehingga nantinya memiliki keahlian untuk menjahit baju muslim dan dapat meningkatkan pendapatan para pekerja pabrik rokok.

Erik menyampaikan, untuk tetap menjaga protokol kesehatan, kegiatan pelatihan berdasarkan unit kompetensi muslim fashion ini dibagi menjadi dua kelas. Di mana untuk Kelas A digelar mulai tanggal 4 sampai 7 November 2021, sedangkan untuk Kelas B digelar mulai tanggal 8 sampai 11 November 2021. 

Menurutnya, saat ini sektor fashion termasuk dalam sektor industri kreatif dan sedang digandrungi oleh masyarakat lintas generasi. Terlebih lagi pasar dari sektor fashion sendiri sudah meluas di Indonesia bahkan hingga di dunia Internasional. 

"Sektor Fashion di Indonesia sudah memiliki pasar yang luas dan juga sudah bisa bersaing dengan pasar ritel modern, serta sektor fashion menjadi industri kreatif yang cukup menjanjikan," ungkap Erik dalam sambutannya, Kamis (4/11/2021). 

Erik yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Malang menyampaikan, industri muslim fashion merupakan bagian dari industri pakaian jadi yang memiliki kontribusi cukup besar bagi perekonomian nasional. 

"Kecenderungan terhadap pakaian muslim telah meningkat secara drastis dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia," ujar Erik. 

Menurutnya, bisnis muslim fashion atau pakaian muslim sudah menjadi cerminan penampilan sehari-hari. Dengan begitu juga diperlukan kreativitas para penjahit baju muslim untuk membuat pakaian yang sesuai dengan tren masa kini, agar produk pakaian muslim tersebut dikirim oleh semua kalangan. 

Pihaknya pun berharap agar para pekerja pabrik rokok yang telah mengikuti pelatihan muslim fashion selama empat hari ini nantinya dapat memanfaatkan peralatan modal usaha yang diberikan untuk membuat usaha. 

"Serta mampu bersaing apabila akan merintis menjadi wirausaha muslim fashion untuk meningkatkan pendapatan," tandas Erik. 

Sementara itu, Ketua Kelas A pelatihan muslim fashion yakni Hari Purnomo yang merupakan pekerja di PT Karya Niaga Bersama menyampaikan, bahwa dalam proses pelatihan yang menjadi tujuan utama dari para pekerja pabrik rokok adalah mendapatkan ilmu dan pengalaman baru. 

Nantinya setelah selesai masa bakti menjadi pekerja pabrik rokok, dengan modal usaha berupa peralatan menjahit pihaknya dapat memanfaatkan itu untuk bergelut di dunia wirausaha. 

"Kalau saya sudah selesai masa bakti dari perusahaan, bisa nanti kita menjadi wirausaha, harapan kami setelah lepas dari perusahaan, kita bisa berkarya dan apa yang menjadi pengalaman waktu di perusahaan bisa kita terapkan saat menjadi wirausaha itu," pungkas Hari.

Topik
Pelatihan menjahitDisnaker PMPTSP Kota Malangdbhcht kota malangrapbd kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru