2.200 Warga Kota Malang Menderita Tuberkulosis, Wali Kota Malang: Kesehatan Jadi Prioritas

Oct 27, 2021 17:57
Pertemuan Jejaring Layanan Tuberkulosis (TBC) di Fasilitas Kesehatan Pemerintahan dan Swasta, di Regents Park Hotel Malang, Rabu (27/10/2021). (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Pertemuan Jejaring Layanan Tuberkulosis (TBC) di Fasilitas Kesehatan Pemerintahan dan Swasta, di Regents Park Hotel Malang, Rabu (27/10/2021). (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

JATIMTIMES - Penanganan kesehatan menjadi salah satu fokus utama di Kota Malang. Selain penanganan Covid-19, penyakit Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu yang menjadi perhatian.

Di Kota Malang, saat ini tercatat sebanyak 2.200 orang menderita TBC. Ini menjadi bukti, bahwa penyakit tersebut tak bisa dianggap remeh. Terlebih, beriringan dengan Covid-19.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, kesehatan masyarakat memang telah masuk dalam program prioritas pemerintah daerah. Termasuk, pendidikan dan infrastruktur di Kota Malang.

"Menjadi tugas daerah, bagaimana kesehatan kita, kesehatan masyarakat kita terjamin dengan baik dan terfasilitasi dengan baik," ujarnya, dalam kegiatan Pertemuan Jejaring Layanan Tuberkulosis (TBC) di Fasilitas Kesehatan Pemerintahan dan Swasta, di Regents Park Hotel Malang, Rabu (27/10/2021).

tuberkulosis-04-01c2bdf363c2b594f0.png

TBC merupakan penyakit infeksi akibat bakteri mycobacterium tuberculosis. Biasanya, penyakit ini menyerang paru-paru. Tapi bisa juga menyebar ke tulang, kelenjar getah bening, sistem saraf pusat, jantung, dan organ tubuh lainnya.

Jika tidak ditangani dengan baik dan sesuai anjuran, penderita TBC bisa berdampak kematian. Umumnya, hal itu karena kegagalan pengobatan yang dipengaruhi oleh kurangnya pengertian mengenai penyakit tersebut.

Seperti, pengobatan yang tidak teratur, adanya penyakit penyerta, kebiasaan merokok, kurangnya gizi penderita hingga faktor lingkungan.

Karena itulah, dikatakan Sutiaji, penanganan TBC juga menjadikan hal utama dengan sinergitas antar semua fasilitas kesehatan. Baik itu dilingkup pemerintah daerah ataupun swasta.

Apalagi, saat ini penyakit menular ini juga tengah beriringan dengan hadirnya pandemi Covid-19. Yang mana, sama-sama menyerang organ paru-paru dan harus dijadikan perhatian lebih bagi penderitanya.

"Kita masih belum selesai dengan Covid-19, karena itu harus tetap waspada. Termasuk dengan penyakit Tuberkulosis ini," jelasnya.

Sebagai informasi, penyakit TBC mudah menular melalui udara ketika berhadapan dengan seseorang yang terinfeksi. Misalnya saat si penderita sedang batuk, atau bersin. Karenanya penderita juga dianjurkan untuk selalu mengenakan masker saat tengah beraktivitas.

Topik
penanganan tbcpenyakit infeksihut provinsi jatimKota MalangWali Kota Malang Sutiaji

Berita Lainnya

Berita

Terbaru