Industrialisasi Kelapa Sawit, Bupati Sanusi: Kajian Lingkungan Bukan Tanggungjawab Kita

Jun 19, 2021 19:33
Bupati Malang Muhammad Sanusi saat ditemui awak media usai menghadiri sosialisasi gempur rokok ilegal. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Bupati Malang Muhammad Sanusi saat ditemui awak media usai menghadiri sosialisasi gempur rokok ilegal. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Terkait pengembangan industrialisasi kelapa sawit melalui pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tidak bertanggungjawab atas kajian lingkungannya.

Pasalnya, Bupati Malang Muhammad Sanusi menyebutkan bahwa terkait tanggungjawab atas kajian lingkungan pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit diserahkan kepada pihak yang akan membangun pabrik pengolahan kelapa sawit.

"Itu kan (kajian lingkungan, red) tanggung jawabnya pabrik yang mau didirikan. Bukan tanggungjawab Pemkab Malang, kita hanya menyiapkan sarana," ungkapnya kepada MalangTIMES.com.

Orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Malang ini menuturkan, pengembangan kelapa sawit itu merupakam inisiasi dari pemerintah pusat. Karena melihat lahan kelapa sawit yang sudah ada di kawasan Malang Selatan Kabupaten Malang.

"Itu programnya pusat. Karena itu bukan program kabupaten. Tergantung dari pusat, kalau pabriknya dibikin nanti tinggal petani pilih mau tanam apa enggak," ujarnya.

Mengenai adanya aksi penolakan terhadap pengembangan industrialisasi kelapa sawit melalui pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit dari kawan-kawan WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), Profauna (Protection of Forest and Fauna) dan aktivis lingkungan lainnya, Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan bahwa itu memang hak mereka.

"Siapa yang nolak. Dimana yang menolak, wong sudah ada lama (kelapa sawit, red) di (Kabupaten Malang, red). Itu haknya mereka," tuturnya.

Pengusaha tebu asal Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang ini menyampaikan bahwa di kawasan Malang Selatan yang salah satunya berada di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang sudah terdapat perkebunan kelapa sawit.

"Tapi itu sawit sudah ada hampir 700 hektar di Malang Selatan yang selama ini dikirim ke Blitar. Sudah ada di sana. Bukan pengadaan baru. Lah itu yang oleh pemerintah pusat mau dikreasi, mau dibikinkan pabrik," jelasnya.

Pengembangan industrialisasi kelapa sawit ini pun, kata Sanusi, bermula ketika pada zaman Darmin Nasution menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI pada tahun 2019 ketika terdapat gelaran rapat koordinasi Bupati se-Jawa Timur bersama Gubernur Jawa Timur.

"Terus tanya, bupati mana yang daerahnya siap tempati untuk pabrik sawit. Saya sampaikan Malang siap karena sudah ada tanaman sawit di Malang Selatan," katanya.

Sementara itu, terkait pengembangan industrialisasi kelapa sawit, pihaknya menuturkan bahwa tidak terdapat target tertentu. Namun, masih dalam tahap komunikasi yang intens antara Pemerintah Kabupaten Malang dengan pemerintah pusat.

"Nggak ada target. Tergantung kemampuan pusat. Titiknya belum, wong ini masih pembicaraan. Ini karena covid ini agak tertunda. Ya bisa (dibilang wacana, red), karena masih dalam pembicaraan," tandasnya.

"Tapi pembicaraannya intens antara kementerian, antara wakil gubernur juga kemarin intens. Pak Sandi juga kemarin intens juga," imbuhnya.

Topik
Bupati Malang Sanusikajian lingkungan sawitindustrialisasi kelapa sawitpemancing hilang di lautberita kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru