Alat Pengolah Limbah Cair Panas Buatan Mahasiswa FT UB Dipatenkan, Begini Proses Kinerja Alatnya

May 16, 2021 04:33
Lima Mahasiswa FT UB pembuat alat pengolah limbah cair panas (Foto: Duta.co)
Lima Mahasiswa FT UB pembuat alat pengolah limbah cair panas (Foto: Duta.co)

MALANGTIMES – Alat pengolahan limbah cair panas karya mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) sedang dalam proses akhir pendaftaran hak paten.

Alat pengolah limbah yang diberi nama ROTATION itu merupakan karya lima orang mahasiswa FT UB dari berbagai jurusan yakni Ihza Aulia Rahman, Abdul Mudjib Sulaiman, Rizki Chandra Maulana, Anima Rahmatika, dan Charis Maulana.

Penamaan karya ROTATION tersebut bukan tanpa sebab, melainkan sebuah akronim dari kepanjangan program karya ilmiah mereka yakni Reverse Osmosis and Thermoelectric Generator Hot Waste Converter with Clean Energy Bank System for Industry.

Untuk proses kerjanya, alat pengolahan limbah tersebut disimulasikan dalam bentuk prototipe yang mana mengolah limbah panas cair menjadi energi bersih.

ROTATION

Cara kerja alat tersebut dengan cara limbah cair panas masuk melalui saluran inlet limbah dan ditampung pada tangki penampungan sementara.

Selanjutnya limbah memasuki tangki pemrosesan untuk proses konversi energi dengan memanfaatkan suhu panas limbah dan suhu dingin lingkungan.

Dari perbedaan suhu tersebut didapatkan energi listrik dari thermoelectric generator.

Limbah yang sudah diproses dan mengalami penurunan suhu kemudian melalui filtrasi tahap satu yakni filtrasi biokimia.

Filter biokimia tersebut terdiri dari 6 membran yakni filter bio ball, kassa, karbon aktif, zeolite, pasir silica, dan sina UV.

Setelah melalui filtrasi tahap 1, air limbah akan melalu pompa bertekanan tinggi agar melewati membran reverse osmosis.

Kemudian akan dihasilkan air bersih pada tangki penampungan air bersih yang juga dilengkapi dengan lampu UV untuk membunuh bakteri yang tersisa.

Untuk memastikan agar sistem tetap terjaga, teknologi ini dilengkapi dengan sistem monitoring yang terdiri dari sensor panas pada tangki inlet, control panel yang terdiri dari berbagai monitor untuk monitoring, sensor suhu panas pada tangki pemrosesan, sensor suhu dingin pada air pendingin, sensor PH dan TDS Meter pada tangki air bersih.

Setelah melewati berbagai proses simulasi hingga akhirnya didapatkan output limbah menjadi energi bersih yakni energi yang dapat membangkitkan daya sebesar 900 watt perjam dan air bersih 400 GPD yang dapat digunakan untuk mengurangi biaya operasional pabrik.

ROTATION karya mahasiswa FT UB ini merupakan pengembangan teknologi yang sebenarnya sudah terus dilakukan sejak tahun 2019. Dan kerap meraih penghargaan di berbagai ajang teknologi baik Nasional maupun tingkat Internasional.

Tim Legi Techno juga bekerja sama dengan PT Rajawali Nasional Indonesia Unit Pabrik Gula Krebet dalam mengembangkan teknologi ini. Ide tercetusnya teknologi ini karena terdapat fenomena banyaknya kalor dan limbah pabrik yang terbuang secara sia-sia.

Kemudian dinilai perlu adanya sebuah inovasi agar kalor dan limbah pabrik tersebut bisa menjadi sesuatu yang bernilai.

Salah satu perwakilan Tim Legi Techno Ihza Aulia Rahman menuturkan jika karya ini masih dalam proses akhir pendaftaraan hak paten dan dalam tahap perencanaan untuk direalisasikan ke dalam sebuah bentuk start up.

“Rencana ke depannya kami dalam proses pengajuan menjadi start up dan sedang proses akhir pendaftaran hak paten yang saat ini sudah dalam proses akhir pemeriksaan berkas-berkas substantif karya kami,” ujar mahasiswa Jurusan Teknik Elektro tersebut.

Topik
pengolah limbahpengolah limbah panas cairMahasiswa UBPenelitian Mahasiswa

Berita Lainnya

Berita

Terbaru