Lestarikan Alam, Kota Batu Kembangkan Edukasi Wisata AMKE

Mar 23, 2021 17:25
Suasana Kampung Edukasi Healing Forest dan HHBK Center AMKE yang terletak di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Selasa (23/3/2021) (foto:Mariano Gale/JatimTIMES).
Suasana Kampung Edukasi Healing Forest dan HHBK Center AMKE yang terletak di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Selasa (23/3/2021) (foto:Mariano Gale/JatimTIMES).

BATUTIMES - Kampung Edukasi Healing Forest dan HHBK Center AMKE yang terletak di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu telah menggagas edukasi wisata terkait pelestarian lingkungan alam.

AMKE tersebut dicetuskan Sri Asih untuk dikelola masyarakat. Gagasan besarnya yakni melestarikan alam dan menjaga ekosistem lingkungan. Konsep itu tentu melibatkan masyarakat secara berkelanjutan.

"AMKE luasnya 10 hektare. Lahan ini merupakan Tanah Kas Desa (TKD) Pemdes Oro-Oro Ombo yang dikerjasamakan dengan warga dengan sistem bagi hasil. Memang tidak semua warga, mereka yang mengelola adalah warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Panderman," ujarnya, Selasa (23/3/2021).

Di sana, setidaknya ada sekitar 30 fasilitas edukasi. Mulai dari wisata edukasi petik buah, edukasi tanaman kayu yang tujuan untuk konservasi peresapan air, edukasi tanaman porang, sereh merah, jahe dan empon-empon.

Kemudian edukasi budi daya jamur, omah madu dan ternak lebah, ada juga ada edukasi ekoprint dan batik. "Tujuan kami, tempat ini sebagai tempat untuk belajar, penelitian, serta studi banding. Dan yang terpenting adalah pelestarian lingkungan dan pemberdayaan perekonomian warga," ujarnya.

Kepala Desa Oro-oro Ombo, Wiweko menambahkan, pengelolaan AMKEĀ  tersebut dikelola oleh KTH Panderman yang mencakup sejumlah aspek. Setidaknya saat ini terdapat 33 jenis wahana edukasi.

Mulai dari healing forest, omah jamur, batik eco print, omah porang, fun bike family, panahan center, camping ground dan permainan tradisional. Selain itu ternak umbaran, warung HHBK, dan masih banyak lagi.

"Hal ini bertujuan untuk bisa menata konservasi. Secara tak langsung pada akhirnya mampu meningkatkan pengetahuan SDM, melestarikan lingkungan, dan berdampak pada perekonomian warga sekitar. Tak hanya mereka yang ada di KTH," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disparta Kota Batu Arif As Siddiq mengatakan, momen ini menjadi suatu pemicu untuk mewujudkan daya tarik wisata berbasis tanaman herbal. Hal itu diyakini akan semakin mendorong keberagaman pilihan destinasi di Kota Batu. "Harapannya makin mendongkrak kunjungan wisata di Kota Batu," ujarnya.

Topik
edukasi wisataKota BatuDisparta Kota BatuWisata EdukasiKota Wisata Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru