Lakukan Kajian, Pemkab Malang Sebut Pisang Jenis Baru Bisa Dijadikan Tepung hingga Pasta

Mar 22, 2021 14:37
Para petani saat memanen Pisang Mulyo ketika ditinjau langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada beberapa waktu lalu. (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)
Para petani saat memanen Pisang Mulyo ketika ditinjau langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada beberapa waktu lalu. (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten Malang terus melakukan kajian terhadap temuan pisang jenis baru yang diberi nama Pisang Mulyo oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa. Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto menyebutkan, selain bisa dikonsumsi langsung sebagai buah-buahan, Pisang Mulyo juga bisa dijadikan bahan baku beragam produk olahan.

”Kalau lihat satu tandan Pisang Mulyo inikan terdiri dari belasan sisir, selain bisa dikonsumsi langsung tiga sisir dari bawah ini yang nanti juga bisa dimanfaatkan untuk olahan yang lain,” jelasnya.

Khusus pada aneka olahan pisang ini, Didik menyebutkan jika 3 sisir paling bawah dari Pisang Mulyo tersebut bisa dijadikan olahan kripik dan sale pisang. ”Satu diantaranya Pisang Mulyo ini bisa dipergunakan untuk diolah menjadi sale dan keripik,” ulasnya.

Sedangkan untuk dikonsumsi secara langsung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang juga akan mempermak tampilan Pisang Mulyo ini menjadi lebih menkilap. Tujuannya agar bisa bersaing di pasaran dengan prodak pisang jenis lainnya, seperti pisang jenis lavendis dan Pisang Cavendish atau yang sering disebut pisang ambon.

”Sebenarnya tinggal bagaimana caranya membuat pisang ini menjadi mengkilap dari proses perawatannya. Dengan begitu tidak kalah dengan pisang jenis lain yang ada dipasaran,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang Budiar Anwar menyebutkan, jika selain bisa diolah sebagai keripik dan bahan baku pembuatan sale, Pisang Mulyo yang ditemukan oleh petani asal Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang ini juga bisa diolah menjadi pasta dan tepung.

”Komoditas Pisang Mulyo ini bisa disebut unggul, karena 1 tandan terdiri dari beberapa sisir. Sehingga bisa untuk dijadikan bahan baku pasta dan akan kita kembangkan menjadi tepung. Dengan begitu kedepannya kita membutuhkan keberadaan pabrik dan sebagainya untuk mendukung olahan pisang jenis baru ini,” ungkapnya.

Guna merealisasikan gagasan tersebut, Pemkab Malang bakal berkoordinasi secara intens dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dan kementrian terkait. Tujuan dari koordinasi tersebut, salah satunya untuk memberikan pelatihan kepada para pembudidaya Pisang Mulyo.

”Kami (Pemkab Malang) akan memberikan pelatihan tentang cara budidaya Pisang Mulyo yang baik. Sehingga perlu bantuan tidak hanya dari Provinsi, tapi saya juga akan minta bantuan ke pemerintah pusat untuk budidaya itu,” pungkasnya.

Topik
pisang mulyoKabupaten MalangDidik Gatot Subrotobudidaya pisang mulyo

Berita Lainnya

Berita

Terbaru