Diduga Ikut Terlibat Rencana Kudeta Demokrat, Moeldoko Beri Bantahan, AHY Geram!

Feb 02, 2021 08:10
AHY vs Moeldoko (Foto: Pikiran Rakyat)
AHY vs Moeldoko (Foto: Pikiran Rakyat)

INDONESIATIMES- Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko diisukan terlibat rencana kudeta Partai Demokrat demi untuk melengserkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Terkait isu tersebut, Moeldoko lantas memberikan bantahan.  

Ia menceritakan pertemuannya dengan beberapa orang yang digelar di rumahnya.  

Baca Juga : Hendak Edarkan Pil Koplo, Pria Bertato Ditangkap Pihak Berwajib

"Jadi ceritanya begini temen-temen sekalian. Beberapa kali banyak tamu yang berdatangan ya dan saya orang yang terbuka. Saya mantan panglima TNI tapi saya tidak memberi batas dengan siapapun, apalagi di rumah ini mau datang terbuka 24 jam. Siapa pun," kata Moeldoko dalam konferensi pers via Zoom.

Sayangnya, ia tak menyebut atribusi orang-orang tersebut. Moeldoko lantas mengaku prihatin dengan situasi saat ini. Ia justru mengaku jika sangat mencintai Demokrat.  

"Ya secara bergelombang mereka datang berbondong-bondong ya kita terima. Konteksnya apa saya juga nggak ngerti. Tapi dari ngobrol obrolan itu biasanya saya awali dari pertanian karena saya memang suka pertanian," kata Moeldoko.

"Pada curhat tentang situasi yang dihadapi, ya gua dengerin aja ya. Berikutnya ya, ya udah dengerin aja. Saya sih sebenarnya prihatin melihat situasi itu karena saya juga bagian yang mencintai Demokrat," imbuh Moeldoko.

Hingga akhirnya munculah isu liar. "Terus muncullah isu dan seterusnya. Mungkin dasarnya foto-foto. Ya kan. Orang ada dari Indonesia timur dari mana-mana datang ke sini kan pingin foto sama gua, ya saya terima aja apa susahnya. Itulah menunjukkan seorang jenderal yang tidak punya batas dengan siapa pun. Kalau itu menjadi persoalan yang digunjingkan, ya, silakan aja, saya nggak keberatan," sebut Moeldoko.

Namun, Moeldoko tak menyebut foto apa yang ia maksud. Dalam hal ini Moeldoko lantas memberi pesan terhadap AHY. Ia menyebut jika seorang pemimpin seharusnya berjiwa kuat dan tak mudah terbawa perasaan atau baper.  

"Saran saya ya, menjadi seorang pemimpin harus seorang pemimpin yang kuat. Jangan mudah baperan, jangan mudah terombang-ambing," kata Moeldoko. "Kalau anak buahnya nggak boleh pergi ke mana-mana ya diborgol saja kali ya," tuturnya.

Moeldoko juga menegaskan bahwa kudeta atau penggulingan kekuasaan hanya bisa dilakukan dari dalam kekuasaan itu sendiri, tidak dari luar. "Berikutnya kalau ada istilah kudeta itu ya kudeta itu dari dalam, masa kudeta dari luar," kata Moeldoko.

Baca Juga : Sasha si Gadis Kentang Ditembak Mati, Ini Reaksi Warganet

Sebelumnya sebagai Ketum Partai Demokrat, AHY meradang mendengar hal ini. Putra dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini lantas menduga ada gerakan politik yang dilakukan pejabat lingkaran kekuasaan Presiden Joko Widodo untuk berupaya mengambil alih kepemimpinan Demokrat secara paksa.  

AHY lantas mengungkapkan kecurigaannya setelah mendapat info tersebut dari banya pihak.  "Yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional berada di dalam lingkaran kekuasaan terdekat dengan Joko Widodo," kata AHY melalui konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat Senin(1/2/2021).  

AHY merinci, manuver politik ini diinisiasi oleh 5 orang kader dan eks kader partai Demokrat, dan juga seorang pejabat tinggi di pemerintahan. Namun, ia tidak menyebut nama pejabat tinggi pemerintahan itu. 

Namun selang berapa jam usai konferensi pers AHY, Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Demokrat, Andi Arief  mengungkap nama pejabat tinggi yang dimaksud. Melalui akun Twitternya, Andi dengan tegas menyatakan jika Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko merupakan sosok di balik upaya kudeta tersebut.

"Banyak yang bertanya siapa orang dekat Pak Jokowi yang mau mengambil alih kepemimpinan AHY di Demokrat, jawaban saya KSP Moeldoko," cuit Andi lewat akun pribadinya.

Topik
kudeta demokratKepala Staf Kepresidenan Moeldokoisu moeldoko kudeta demokratAHY DemokratSBY DemokratAHY vs Moeldoko

Berita Lainnya

Berita

Terbaru