Januari 2021, Kota Malang Alami Inflasi 0,06 Persen, Terendah di Jatim

Feb 01, 2021 19:42
Rilis inflasi Kota Malang tahun 2021 oleh BPS Kota Malang (Ist)
Rilis inflasi Kota Malang tahun 2021 oleh BPS Kota Malang (Ist)

MALANGTIMES - Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,06 persen pada Januari 2021. Inflasi tersebut dipicu oleh kenaikan harga kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. 

Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 0,35 persen, dengan memberikan andil terhadap inflasi Kota Malang sebesar 0,08 persen.

Baca Juga : Ijen Kembali Diterjang Banjir, Jembatan Kali Pahit Tertutup Longsor, Ini Videonya

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Sunaryo membenarkan hal tersebut dalam rilis Inflasi Kota Malang Januari 2021. Dijelaskannya, jika dari kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau, sejumlah bahan mengalami kenaikan. Seperti halnya cabai rawit, mengalami kenaikan yang cukup besar yakni 58,90 persen dan memberikan andil utama. Disusul komoditi lain sebagai penyumbang inflasi Kota Malang di Januari 2021.

"Cabai rawit naik 58.9 persen dengan andil 0,14 persen pada inflasi. Disusul tempe naik 6,54 persen dengan andil inflasi 0,03 persen, tahu mentah naik 5.66 persen dengan andil 0,03 persen. Juga jeruk mengalami kenaikan harga sebesar 7,14 persen dengan andil 0,02 persen. Kalau untuk inflasi tahun ke tahun (YoY) sebesar 1,07 persen," jelasnya.

Kendati begitu, dari Indeks Harga Konsumen (IHK) ditingkat pemerintahan Jawa Timur, Kota Malang mendampingi Kota Sumenep menjadi kota dengan inflasi terendah pada Januari 2021. Sedangkan untuk inflasi tertinggi terjadi di Kota Madiun, yakni sebesar 0,60 persen.

"Inflasi kali ini di Kota Malang juga lebih rendah dari tahun 2020 yakni sebesar 0,41 persen dan tahun 2019 sebesar 0,53 persen. Nasional 0,25 persen, jadi kita lebih rendah dari inflasi nasional," jelasnya.

Bukan hanya kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau saja, kelompok lain yang mengalami inflasi adalah kelompok pengeluaran kesehatan yang tercatat sebesar 0,40 persen, dengan andil 0,01 persen.

Kemudian, kelompok lainnya yang turut menyumbang inflasi adalah kelompok pengeluaran perawatan pribadi, dan jasa lainnya. Kelompok itu mengalami inflasi sebesar 0,32 persen dengan andil 0,02 persen. Disusul kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,26 persen dengan andil 0,02 persen, dan kelompok penyedia jasa makanan, minuman atau restoran sebesar 0,11 persen dengan andil 0,01 persen.

“Lipstik memiliki andil terhadap inflasi. Kalau kita lihat kelompok pengeluaran itu ada yang memberi sumbangan besar atau kecil. Lipstik andilnya kecil, bisa dilihat bahwa yang mendominasi andil terhadap inflasi masih kelompok makanan, minuman dan tembakau. Di kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang indeksnya tertinggi yakni kenaikan emas perhiasan,” jelasnya.

Baca Juga : Menolak Divaksin, Akses Publik Akan Dibatasi

Selain itu kelompok pengeluaran lainnya yang turut menyumbang inflasi adalah perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga mengalami inflasi sebesar 0,05 persen, diikuti kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02 persen.

Untuk komoditas yang menghambat inflasi Kota Malang, antara lain adalah tarif angkutan udara yang turun sebesar 7,04 persen, telur ayam ras sebesar 10,72 persen, daging ayam ras 4,30 persen, cabai merah 31,17 persen, dan tarif kendaraan online roda dua turun 9,58 persen.

Sedangkan dua kelompok pengeluaran lain mengalami deflasi. Kelompok tersebut yakni kelompok pengeluaran pakaian, dan alas kaki sebesar 0,06 persen, dan kelompok transportasi sebesar 0,63 persen.NKelompok pengeluaran transportasi, memberikan andil deflasi sebesar 0,08 persen. Sementara kelompok pendidikan stabil.

"Penghambat deflasi ada dua kelompok, yakni kelompok transportasi -0.63 dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar-0,06," pungkasnya.

 

Topik
Inflasi Kota Malang inflasi kota malang januari 2021 harga kelompok pemicu inflasi deflasi kota malang BPS kota malang berita ekonomi malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru