MALANGTIMES - 49 bencana alam terekam Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang selama bulan Januari 2021. Tanah longsor masih mendominasi dengan 34 kejadian hingga 31 Januari kemarin.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menyebut, bahwa dengan cuaca yang kerap datang hujan lebat disertai angin membuat bencana tanah longsor tidak bisa dihindarkan.
Baca Juga : Buka Pameran Produk Gandeng Marketplace, Wali Kota Dewanti Borong Produk UMKM
“Jadi memang dari 49 bencana itu semua murni bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, longsor hingga puting beliung. Semua kejadian itu terekap sampai 31 Januari 2021,” kata Sadono saat dijumpai media ini di ruangannya, Senin (1/2/2021).
Dari 49 bencana itu, Sadono menyebut tanah longsor memang menjadi langganan bencana di Kabupaten Malang dari tahun ke tahun.
“Jadi kalau dilihat periode atau historisnya, di Kabupaten Malang memang didominasi oleh (bencana, red) tanah longsor setiap tahunnya. Cuma di tahun 2021, itu fluktuasinya lebih tinggi,” lanjutnya.
Akan tetapi, fluktuasi tingginya bencana di Kabupaten Malang ini masih menjadi pertanyaan. Sebab, ia menilai bahwa ada beberapa faktor yang membuat angka bencana terus meningkat.
“Setiap tahun tren-nya (selalu, red) naik terus. Indikator naik ini banyak, bisa murni karena kejadian (bencana, red) ini naik, atau karena program pra bencana dari BPBD yang disosialisasi ke masyarakat tersampaikan,” ungkapnya.
Dengan banyaknya bencana yang terjadi dalam satu bulan terakhir ini, BPBD Kabupaten Malang akan terus melakukan pemantauan melalui pos lapangan (poslap).
Baca Juga : 29 Petugas Damkar Baru Kota Malang Jalani Tradisi Pemakaian Baret
“Dari poslap kami akan selalu melakukan pemantauan, karena sekarang status Kabupaten Malang darurat bencana hidrometeorologi dan tanah ambles atau tanah gerak,” pungkasnya.
Dari data yang diterima media ini, 49 kejadian bencana di Kabupaten Malang diantaranya adalah 2 bencana angin, 8 banjir, 5 pohon tumbang, dan 34 longsor.
