Kisah Rasulullah Mengutus Panglima Tak Terkalahkan Melawan Bangsa Jin

Feb 01, 2021 08:08
Ilustrasi (Foto: YouTube KAROMAH AL ISLAM)
Ilustrasi (Foto: YouTube KAROMAH AL ISLAM)

INDONESIATIMES -  Zaman dahulu, Islam berkembang sangat pesat ke seantero dunia pada masa kekaisaran Romawi Bizantium dan Kekaisaran Sassaniyah Persia. Pasalnya, kedua kekuatan superpower tersebut dapat ditumbangkan oleh para pejuang muslim dalam kurun waktu 18 tahun. Selanjutnya penaklukan oleh Islam pun terus merambah  ke wilayah Eropa, Afrika, dan Asia Tengah. 

Dilansir melalui tayangan YouTube KAROMAH AL ISLAM, dalam kurun waktu itu, ada beberapa panglima perang umat Islam yang mengukir sejarah dalam dunia Islam. Salah satu panglima hebat itu yakni Khalid bin Walid. Sebagai panglima perang yang sangat terkenal, Khalid bin Walid begitu ditakuti pasukan musuh di medan tempur.

Baca Juga : 11 Drama Terbaru Korea Tayang Februari 2021, Ada Hello? It's Me! hingga The Penthouse 2

Ia pun merupakan panglima tempur yang memiliki peranan sangat penting dan tak terkalahkan di sepanjang karirnya. Oleh sebab itulah, Rasulullah SAW memberikan Khalid bin Walid julukan “Pedang Allah yang Terhunus”.

Khalid sendiri termasuk salah satu keluarga nabi. Pasalnya, bibi Khalid yang bernama Maimunah merupakan salah satu istri Rasulullah SAW.

Awalnya Khalid merupakan panglima perang kaum kafir Quraisy yang terkenal dengan pasukan kavalerinya. Bahkan ia juga menjadi dalang di balik kekalahan yang dialami oleh umat Islam saat Perang Uhud. Kala itu Khalid memanfaatkan kelemahan pasukan muslim yang tergiur oleh harta rampasan perang. 

Saat pasukan muslim turun dari Bukit Uhud, Khalid beserta pasukannya pun naik ke atas bukit dan menyerang pasukan muslim yang tersisa.

Namun, setelah perang itu, Khalid justru menemui Rasulullah SAW dan menyatakan beriman kepada Allah. Dalam berbagai kesempatan, ia lantas menunjukkan strategi-strategi perang yang berhasil mengalahkan pasukan musuh. 

Khalid memang sempurna dalam bidang peperangan karena dia merupakan ahli siasat perang, mahir dalam segala senjata, piawai dalam berkuda, dan berkharisma di tengah para prajuritnya. Kendati demikian, Khalid tak pernah sombong dan selalu rendah hati meski berada dalam puncak popularitas. 

Dalam suatu kesempatan, ia  pernah diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk menuju Nakhlah guna menghancurkan patung berhala bernama  Uzza. 

Patung Uzza merupakan patung paling besar yang disembah oleh Bani Kinanah dan Bani Muhdhar. Setelah tiba di Nakhlah, Khalid beserta pasukannya dengan mudah menghancurkan patung berhala itu. Mereka lantas melaporkannya kepada Rasulullah SAW.

Dari Abu Al-Thufail, beliau bercerita, “Ketika Rasulullah SAW menaklukkan kota Makkah, beliau mengutus Khalid bin Walid ke daerah Nakhlah, tempat keberadaan berhala ‘Uzza. Akhirnya Khalid mendatangi ‘Uzza, dan ternyata ‘Uzza adalah tiga buah pohon Samurah. Khalid pun lantas menebang ketiga buah pohon tersebut. Ketiga buah pohon tersebut terletak di dalam sebuah rumah. Khalid pun menghancurkan bangunan rumah tersebut. Setelah itu Khalid menghadap Nabi SAW dan melaporkan apa yang telah dia kerjakan.

Nabi pun berkata, “Kembalilah karena engkau belum berbuat apa-apa.” Akhirnya ia kembali. Tatkala para juru kunci ‘Uzza melihat kedatangan Khalid, mereka menatap ke arah gunung yang ada di dekat lokasi sambil berteriak, “Wahai ‘Uzza. Wahai ‘Uzza".

Baca Juga : Anak 90-an Pasti Tahu, ini Sederet Profesi yang Tergerus Zaman dan Susah Ditemui

 Khalid akhirnya mendatangi puncak gunung, ternyata ‘Uzza itu berbentuk perempuan telanjang yang mengurai rambutnya. Dia saat itu sedang menuangkan debu ke atas kepalanya dengan menggunakan kedua telapak tangannya. Khalid pun menyabetkan pedang ke arah jin perempuan Uzza sehingga berhasil membunuhnya. Setelah itu Khalid kembali menemui Nabi dan melaporkan apa yang telah ia kerjakan. Lalu Rasulullah SAW pun berkata, “Nah, itu baru ‘Uzza.” (HR. An-Nasa’i).

Diketahui selama menjadi pemimpin pasukan muslim, Khalid telah ikut lebih dari 100 pertempuran melawan kekaisaran Byzantium dan tak pernah kalah. Dalam biografinya, Khalid adalah orang paling gigih dalam berperang. Namun beliau wafat di atas tempat tidur karena sakit, bukan di medan tempur. Begitulah kehendak Allah kepadanya.

Tentunya Khalid bukanlah panglima perang sembarangan. Bukan hanya manusia yang sanggup ia kalahkan dalam perang. Bahkan Jin Uzza pun yang pada hakikatnya tak bisa dilihat manusia berhasila ia lihat dan ia hancurkan. Maka layaklah gelar "Pedang Allah" yang diberikan Rasulullah kepadanya karena setiap perkataan Rasulullah SAW juga bukan perkataan sembarangan.

Selain itu, karomah lain yang diberikan Allah SWT kepada Khalid sebagai panglima perang pasukan muslim yang selalu memang tanpa memandang lawannya itu dari golongan jin ataupun golongan manusia adalah kebal terhadap racun.  

Diriwayatkan  Abu Ya'la, Al- Baihaqi dan Abu Na'im dari Abu Safar, ketika orang-orang memperingatkannya, “Waspadalah terhadap racun, jangan minum sungguhan orang-orang asing!” 

Namun Khalid menjawab, "Berikan racun itu kepadaku!".   Kemudian ia mengambil minuman racun itu lalu meneguknya sambil membaca "basmalah" dan tidak terjadi sesuatu pun yang membahayakannya.

 

Topik
Khalid Bin Walidkisah islamiPanglima Muslim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru