Satpol PP Kota Malang Terus Buru Lokasi yang Langgar Prokes dan Salahi Aturan

Jan 31, 2021 16:34
Petugas Satpol PP Kota Malang langsung memberikan teguran tertulis kepada pihak manajemen kafe yang menyalahi aturan, Sabtu (30/1/2021) malam. (Foto: Satpol PP Kota Malang)
Petugas Satpol PP Kota Malang langsung memberikan teguran tertulis kepada pihak manajemen kafe yang menyalahi aturan, Sabtu (30/1/2021) malam. (Foto: Satpol PP Kota Malang)

MALANGTIMES - Jajaran petugas Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Kota Malang bersama aparat gabungan terus melakukan penyisiran di tempat-tempat yang dikhawatirkan menjadi titik berkerumun orang. Langkah itu dilakukan untuk menerapkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2021 dan Peraturan Wali Kota Malang Nomor 30 Tahun 2021 terkait PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat). 

Kepala Satpol PP Kota Malang Priyadi mengatakan baru-baru ini pihaknya menyisir beberapa tempat yang jarang terjamah untuk dilakukan operasi PPKM selama ini. Hasilnya terdapat dua tempat yang menjadi lokasi berkumpulnya banyak orang hingga melebihi jam malam yang telah ditentukan. 

"Kemarin kafe di baratnya RRI (Radio Rakyat Indonesia, red) itu tidak memenuhi prokes (protokol kesehatan, red).  Akhirnya kami bubarkan, kami lakukan BAP (berita acara pemeriksaan, red) dan Senin kami panggil ke kantor," ujarnya, Minggu (31/1/2021). 

Terkait protokol kesehatan yang dilanggar oleh tempat tersebut , Priyadi menyebut pengelola tempat tidak menyediakan tempat cuci tangan, termasuk handsanitizer, alat thermogun untuk mengecek suhu, hingga tidak adanya penerapan jaga jarak antarpengunjung. 

"Aturan yang baru, dari Instruksi Mendagri Nomor 2 Tahun 2021, bahwa kapasitas restoran, rumah makan, itu kan 25 persen. Kemarin itu kalau 200 orang ada itu dengan kapasitas tempat yang kecil," terangnya. 

Terlebih lagi dikatakan Priyadi bahwa saat gelaran operasi penertiban PPKM yang dimulai sejak pukul 20.30 WIB, di tempat yang merupakan kafe tersebut juga terdapat live music yang membuat para penonton tidak dapat menerapkan protokol kesehatan secara maksimal. 

Untuk peringatan awal, kafe yang menjadi berkumpulnya orang tersebut tidak ditutup. Melainkan hanya diberikan teguran tertulis dan imbauan agar menerapkan protokol kesehatan serta menyesuaikan kapastias maksimal hanya sampai 25 persen dari kapasitas total kafe.
 "Sementara ini tidak ditutup. Hanya pengunjung harus dibatasi, kemudian memenuhi protokol kesehatan," katanya. 

Satpol PP  juga sempat menyasar lokasi yang belum sempat terjamah seperti di dekat areal makam Tunggulwulung. Ternyata pengelola kafe mencoba melakukan modus mengelabui petugas dengan mematikan lampu agar dikira sudah tutup. 

"Kami disiplinkan dan pemberlakuan yang sama dengan kafe sebelumnya. Modus lampu dimatikan, namun di salamnya banyak orang. Kami nggak bisa dikelabui. Tetep kami datangi. Dari operasi yustisi kemarin ditertibkan,  dua kafe besar yang tidak pernah terjamah," jelasnya. 

Sementara itu, terkait jam malam yang sebelumnya para pemilik toko seperti kafe harus menutup kedainya maksimal pukul 20.00 WIB, namun di PPKM jilid kedua ini, terjadi perubahan untuk jam tutup kafe dan warung kopi lainnya, yakni diberikan batas buka maksimal hingga pukul 22.00 WIB. 

"Untuk jam malam, kami sesuaikan dengan Perwal 30, boleh buka sampai jam 22.00 WIB. Jika di edarankan tidak mengatur. Jadi, kami memakai perwal yang ada. Jika ada yang masih melebihi kapasitas, pasti saya tindak," tegasnya. 

Topik
Satpol PP Kota MalangBerita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru